22 July 2019

Waspadai Makanan Berbahan Ganja

KONFRONTASI-Semakin hari modus peredaran narkoba jenis ganja kian beragam. Ganja tidak lagi dijual dalam bentuk kiloan atau 'garisan', tetapi juga dijajakan dalam bentuk makanan. Tentu kita harus mewaspadai peredaran makanan berbahan ganja ini.

Menurut pengakuan Muhammad Ibrahim Adil, mantan pengguna narkoba asal Depok, makanan berbahan ganja sebetulnya sudah menjadi sesuatu yang lumrah bagi masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia.

"Kalau kayak gitu sebetulnya sudah lumrah, tujuannya untuk meningkatkan nafsu makan. Coba aja makan mi instan terus ditaburin biji ganja, pasti nafsu makan langsung naik. Sepengalaman saya, produk ganja seperti ini biasanya ada di daerah-daerah pedalaman, karena masyarakatnya murni mengolah untuk keperluan masakan," terang Adil diberitakan Okezone, Rabu (26/6/2019).

Berbeda halnya dengan kaum urban, penggunaan ganja pada bahan makanan memang masih sering didapati pada acara-acara tertentu, misalnya konser musik.


"Itu kalau ada acara-acara musik yang dibuat oleh kampus, biasanya ada yang jualan permen ganja. Kalian bakal enggak nyangka sama penampilan penjualnya. Biasanya cewek pakai kacamata dan terkesan lugu gitu," timpalnya.

Dari segi harga, Adil mengatakan bahwa olahan makanan berbahan ganja dibanderol lebih mahal hingga dua kali lipat. Ambil contoh sepotong brownies biasa yang tadinya dijual Rp100 ribu, kalau sudah dicampurkan ganja bisa jadi Rp300 ribu-an.

Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan Anda terhadap produk-produk makanan berbahan ganja, berikut kami rangkumkan beberapa di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber.

Permen jelly

Pertengahan tahun lalu, petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, berhasil mengamankan paket permen jelly dari Amerika Serikat yang diduga mengandung ganja. Pada temuan itu terdapat dua paket permen berbungkus hijau yang ternyata positif mengandung bahan aktif ganja seberat 227 gram.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, permen ini sebetulnya legal di negara asalnya (Amerika Serikat), namun saat memasuki Indonesia, status makanan berbahan ganja ini menjadi ilegal karena negara kita memang belum melegalisasinya. 

Bumbu rempah

Pada 2017 lalu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara mengimbau masyarakat di Kota Medan untuk mewaspadai beberapa jenis kuliner yang diduga mengandung narkoba. Menurut laporan YLKI, ramuan rempah-rempah yang dijajakan oleh si pedagang, diklaim telah dicampurkan dengan biji ganja.

Menariknya, secara kasat mata dan rasa, kuliner yang mengandung ganja ini tidak dapat diketahui. Tapi ia cenderung menimbulkan efek ketagihan bagi pengkonsumsinya.

Brownies dan cookies ganja

Rumor yang satu ini tentu sudah familiar di kalangan masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Selama ini, brownies menjadi salah satu hidangan yang seringkali dikaitkan dengan ganja.

Bahkan pada 2015, Polres Jakarta Selatan berhasil menemukan modus peredaran ganja terbaru menggunakan bahan makanan seperti brownies dan cookies. Peredarannya bahkan telah meluas hingga ke sejumlah daerah di Indonesia.[mr/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...