18 December 2018

Ternyata 5 Makanan Pahit Ini Baik untuk Kesehatan

Konfrontasi - Jika ditanya rasa, tak sedikit yang bakal menolak makanan pahit. Bagaimana tidak, rasanya yang terkesan menusuk lidah, dianggap tak ramah sehingga kudapan-kudapan asin gurih, manis dan sejenisnya lebih dipilih. Ya, kan?

Rasa pahit banyak ditemukan pada makanan dan minuman tertentu. Tak sedikit orang yang memberikan bumbu tambahan ke makanan pahit tersebut agar lebih nyaman untuk dikunyah.

Meski terkadang dinomorduakan dalam dunia kuliner, faktanya makanan pahit sangat kaya akan nutrisi dan mengandung senyawa yang bisa menguntungkan bagi kesehatan. 

Beberapa manfaat yang didapat dengan mengonsumsi makanan pahit antara lain menurunkan risiko penyakit kanker, serangan jantung dan diabetes.

Berikut adalah lima makanan pahit yang baik untuk kesehatan Anda:

1. Pare

Pare mengandung fitokimia seperti triterpenoid, polifenol, dan flavonoid yang telah lama diketahui bisa memperlambat pertumbuhan beberapa tipe kanker. Makanan ini juga dijadikan sebagai obat alami untuk membantu menurunkan kadar gula darah pada orang diabetes.

Sebuah studi yang dilakukan selama empat minggu menemukan bahwa mengonsumsi 2.000 mg pare yang telah dikeringkan setiap hari menurunkan kadar gula darah secara signifikan – meski tidak sebanyak obat-obatan diabetes konvensional.

2. Keluarga sayuran cruciferous

Keluarga cruciferous memiliki banyak sayuran yang terasa pahit termasuk brokoli, kubis, kale, hingga lobak. Makanan ini mengandung senyawa bernama glukosinolates yang menimbulkan sensasi pahit.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa glukosinolates dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Meski begitu, hasil ini belum secara konsisten direplikasi dalam penelitian pada manusia.

Sementara itu, beberapa data menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak sayuran cruciferous memiliki risiko kanker lebih rendah. Glukosinolates dalam sayuran cruciferous juga diyakini membantu enzim hati memproses racun lebih efektif.

3. Kopi

Salah satu polifenol yang paling melimpah dalam kopi adalah asam klorogenik. Antioksidan ini dinilai bermanfaat untuk mengurangi kerusakan oksidatif, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Studi menunjukkan bahwa minum 3-4 cangkir kopi per hari dapat mengurangi risiko kematian, kanker, dan penyakit jantung masing-masing sebesar 17 persen, 15 persen dan 18 persen dibandingkan tidak minum kopi sama sekali.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kopi berkafein dapat membantu mencegah gangguan neurologis, termasuk Alzheimer dan Parkinson. Tapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan guna memastikan hal ini.

4. Bubuk kakao

Bubuk kakao dibuat dari biji tanaman kakao dan rasanya sangat pahit ketika tidak diberi pemanis. Bubuk kakao sering digunakan dalam berbagai makanan penutup.

Penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan cokelat setidaknya lima kali per minggu, memiliki risiko penyakit jantung 56 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak makan coklat sama sekali. Hal ini kemungkinan karena polifenol dan antioksidan dalam cokelat yang dapat memperlebar pembuluh darah dan mengurangi peradangan.

5. Teh hijau

Teh hijau memiliki rasa yang pahit karena kandungan katekin dan polifenol di dalamnya. Katekin yang paling dikenal adalah epigallocatechin gallate, atau EGCG. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa EGCG dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker, tapi belum jelas apakah efeknya sama pada manusia.

Sementara itu, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa peminum teh hijau memiliki risiko yang lebih rendah untuk beberapa kanker.

Karena itu jangan ragu untuk mengonsumsi makanan pahit. Manfaat yang didapat cukup banyak, termasuk melindungi tubuh terhadap kanker, penyakit jantung dan diabetes, serta mengurangi stres oksidatif. (jp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...