23 May 2017

Kuliner NTB Goyang Destinasi Prioritas Kemenpar, Mandalika, 13 April 2017

KONFRONTASI -  Kegiatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Pesona Kuliner Lombok Mandalika berlangsung meriah.

Perhelatan yang diselenggarakan bertujuan untuk mengangkat “Kuliner Tradisional Nusa Tenggara Barat” terbilang sukses menggoyang para pengunjung yang hadir ke salah satu destinasi prioritas Kemenpar, Mandalika, 13 April 2017.

“Meriah dan ramai, semua menikmati hidangan, karena acara ini dikombinasi dengan pentas dangdut Juwita Bahar, dan semua ikut bergoyang,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kasubid Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah.

Wanita yang akrab dipanggil Erry itu menjelaskan, acara yang digelar di Kawasan Bukit Mandalika, Pantai Kuta Lombok itu dikombinasikan dengan berbagai acara.

“Kami kombinasikan dengan mengambil momen acara pemberian hadiah pemenang etape 1 Tour De Lombok Mandalika, yang pesertanya terdiri dari 21 negara termasuk Indonesia dengan 1500 pesepeda. Kami tebarkan nikmatnya kuliner kepada semua peserta,” sambung Ery.

Lokasi yang memiliki luas garis pantai sepanjang 7200 meter di Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah NTB itu mempromosikan kuliner Lombok Mandalika.

Ada samping 15 stand kuliner khas Lombok yang digelar saat acara itu.

Ery memaparkan, berbicara tentang kuliner tradisional, Lombok tidak usah diragukan lagi. Ada sajian ayam taliwang yang sudah sangat terkenal di seantero nusantara kelezatannya.

Itu adalah olahan ayam kampung muda yang disajikan bersama plecing kangkung.

“Apalagi kangkung Lombok berbeda dengan kangkung biasa, memiliki batang dan ranting panjang besar, dengan daun yang lebih hijau dan lebar. Kuliner Lombok lainnya dengan bahan ayam lainnya yaitu ayam rarang dengan olahan bumbu khas Lombok Timur mungkin belum banyak diketahui orang, yang lezatnya tidak kalah dengan ayam taliwang,” jelas wanita berhijab itu.

Ery mengatakan, NTB dijuluki bumi sejuta sapi, maka banyak makanan dengan bahan olahan daging sapi.

Salah satu yang paling terkenal adalah “sate rembiga” yang disajikan mirip dengan sate Maranggi tapi cita rasa berbeda.
Sate tanpa bumbu kacang ini memiliki citarasa yang khas.

“Sate lainnya adalah “sate balayak” yang juga berbahan daging sapi disajikan bersama lontong berbahan beras ketan. Semua ada di acara ini,” ujar Ery.

Tak hanya sajian kuliner di acara itu,dihadirkan juga hiburan dari artis penyanyi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya terus memantau dan mengamati detail promosi pariwisata nusantara dengan segala terobosan terbarunya untuk menyosialisasikan program Pesona Indonesia. Salah satunya kampanye Pesona Indonesia melalui wisata kuliner di 10 destinasi wisata prioritas yang telah ditetapkan, salah satunya adalah Mandalika Nusa Tenggara Barat.

Selain itu kawasan Mandalika yang sudah ditetapkan sebagai KEK pariwisata juga sedang dikebut untuk menjadi amenitas dan atraksi baru.

“Kalau akses, atraksi dan amenitas sudah hebat tinggal dipromosikan di mancanegara. Harus berkelas international,” kata Menpar Arief.

Seperti diketahui, Kemenpar menargetkan kunjungan Wisman sampai 2019 sebanyak 20 juta dan pergerakan wisnus 265 juta.

Sekadar gambaran kunjungan wisatawan nusantara ke Lombok terus meningkat usai dinobatkan sebagai The Best Halal Destination Award 2015 dan The Best Halal Honeymoon 2015 di Abudabi.

Ini menguntungkan bagi NTB karena membuat banyak orang yang mulai melirik Lombok sebagai destinasi baru.

Data di Kementerian Pariwisata, menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) di NTB terus meningkat, dari tahun ke tahun.

Pada 2013 mencapai 2,49 jta wisnus, kemudian pada 2014 jumlah kunjungan wisnus ke NTB meningkat menjadi 2,51 juta wisnus, dan 2015 kembali naik menjadi 3,01 juta orang.(Juft/JPNN)

Category: 

loading...


News Feed

Loading...