26 January 2020

Kenali Ragam Jenis Mi dan Cara Menyimpannya

KONFRONTASI-Mi bukan makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun, kudapan satu ini termasuk yang paling disukai hingga dalam satu minggu bisa saja seseorang menyantap mi dua hingga tiga kali.

Mi sendiri merupakan nama generik. Orang Eropa menyebutnya pasta (dari bahasa Italia) dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta berbentuk memanjang.

Di Eropa bahan baku mi biasanya yaitu jenis-jenis gandum. Sementara di Asia, bahan baku mi lebih bervariasi.

Olahan mi yang paling populer di negeri kita adalah mi goreng dan mi ayam. Sementara di mancanegara, sebutan untuk olahan mi sangatlah banyak di antaranya yang populer dangmyeon (Korea), fetucini (Italia), ifu mie (Tiongkok), ramen (Jepang), soba (Jepang), ramyeon (Korea), spageti (Italia), spatzle (Jerman), dan udon (Jepang).

Jenis Mi

Dari cara memprosesnya, mi terbagi atas dua jenis: mi basah dan mi kering. Mi basah adalah mi segar yang langsung bisa diolah begitu selesai dibuat.

Sedangkan mi kering merupakan mi segar yang dihilangkan kandungan airnya hingga menjadi kering. Ketika akan diolah, mi kering harus direbus dulu sampai lunak.

Dari segi bahan dasarnya, mi dibagi menjadi beberapa jenis seperti mi telur, mi gandum, dan mi sayuran (wortel/bayam).

Olahan Mi

Mi bisa dibuat menjadi mi goreng, mi kuah, mi rebus, dan mi ayam.

Cara Memilih Mi Basah

1. Pilih mi yang tidak berlendir, tidak berbau apek, tidak berbau asam, dan tak mencolok warnanya.

2. Untuk mi yang dibungkus dalam kemasan, harap perhatikan masa kedaluwarsanya.

Cara Menyimpan Mi

1. Mi basah bisa tetap disimpan di dalam kemasannya, lalu letakkan di dalam lemari es. Olah sebelum masa kedaluwarsa berakhir. Kalau mi basah dibuat sendiri, simpan setelah direbus dan dilumuri minyak di dalam wadah kedap udara. Tempatkan mi dalam lemari es. Olah mi sebelum dua hari.

2. Mi kering bisa disimpan pada kemasannya di dalam stoples atau wadah yang tertutup rapat. Jangan biarkan mi ini menyatu dengan bahan pangan lain yang beraroma tajam agar tidak menyerap bau. Kalau rasa dan bau mi berubah, meski masa kedaluwarsanya belum terlewati, jangan digunakan.(mr/snd)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...