24 May 2018

Kandungan Merkuri Pada Makanan Laut Makin Tinggi, Penggemar Seafood Harus Hati-hati

KONFRONTASI-Sebuah temuan baru mengungkapkan, kandungan merkuri di makanan laut semakin meningkat. Untuk itu, para penggemar seafood sudah seharusnya berhati-hati memilih makanan laut agar tak terkena dampak buruk merkuri.

Dilansir melalui SF Gate, Rabu 4 Februari 2015, penelitian ini dilakukan tiga orang peneliti laut. Temuan kadar merkuri pada ikan tuna sirip kuning itu telah dipublikasikan di jurnal Environmental Toxicology and Chemistry.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kandungan merkuri di ikan tuna sirip kuning telah meningkat 3,8 persen. Angka ini diperkirakan akan lebih besar lagi setiap tahunnya.

Tuna merupakan ikan laut yang sering dikonsumsi para penggemar seafood. Dikonsumsi dengan cara apa saja, mulai dari digoreng, sampai disajikan mentah. Merkuri merupakan racun logam yang terakumulasi dalam tubuh ikan laut. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan sangat mempengaruhi kesehatan, apalagi anak-anak dan ibu hamil.

"Asumsinya memang ada polusi merkuri pada ikan. Angkanya terus meningkat. Sejak 1998 dan 2008, kadarnya naik menjadi hampir 4 persen," ujar Carl Lamborg, dari Woods Hole Oceanographic Institution in Massachusetts.

Lamborg meneliti hal ini bersama kedua rekannya, Paul Drevnick dan martin Horgan di laut Hawaii.

Selama ini, kata Lamborg, tuna dan ikan laut lain dianggap cukup aman untuk dimakan. Bahkan mereka yang sedang berdiet sering mengandalkan makananan laut. Namun ke depannya, ini bisa berubah.

"Konsentrasinya akan meningkat dengan cepat. Itu yang akan menjadi masalah besar bagi kita. Jika ini terus berlanjut, jumlah kandungan merkuri di makanan laut akan meningkat tiga kali lipat dalam beberapa puluh tahun ke depan," kata dia.[mr/vns]

Category: 
Loading...
Kamis, 24 May 2018 - 10:05
Kamis, 24 May 2018 - 10:00
Kamis, 24 May 2018 - 09:52
Kamis, 24 May 2018 - 09:16
Kamis, 24 May 2018 - 09:04
Kamis, 24 May 2018 - 09:00
Kamis, 24 May 2018 - 08:54
Kamis, 24 May 2018 - 08:46
Kamis, 24 May 2018 - 06:32
Kamis, 24 May 2018 - 06:29
Kamis, 24 May 2018 - 06:27
Kamis, 24 May 2018 - 06:24

Pages