18 February 2018

Gatot R Perdana: Indonesia Penghasil Pasta Ikan Terbaik Dunia

KONFRONTASI  -  Indonesia menjadi penghasil pasta ikan atau surimi terbaik di dunia. Surimi Indonesia mengalahkan negara penghasil sejenis yakni Vietnam, Kamboja maupun Thailand.

"Kita tahu kualitas surimi terbaik di dunia berasal dari Indonesia. Kualitasnya jauh di atas Vietnam, Kamboja maupun Thailand," ujar Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jawa Tengah, Gatot R Perdana, Senin (22/1).

Namun, saat ini pabrik pasta ikan atau surimi yang ada di seputaran pantura Jawa Tengah tengah terganggu. Penyebabnya, hasil tangkap ikan terus menurun akibat pelarangan penggunaan cantrang sehingga bahan baku pembuat surimi menipis.

Maka dari itu, mereka diimbau melakukan diversifikasi bahan baku. Dia mengatakan ada tujuh pabrik pembuat surimi saat ini. Selama ini, pabrik-pabrik tersebut mengandalkan para nelayan cantrang saat mencari pasokan bahan baku di lautan lepas.

"Ketimbang mereka tidak membuka usaha lagi maka kenapa tidak dilakukan perluasan ruang lingkup produksi," ungkapnya.

Gatot mengatakan pabrik pembuat surimi adalah PT Bluesea Industry di Pekalongan, PT Bintang Karya Laut di Rembang, PT Holimina Jaya di Rembang, PT Indoseafood di Rembang, PT Namkyung di Rembang, PT Sinar Bahari Agung di Kendal dan PT Sinar Mutiara Abadi di Rembang.

"Kami sudah mengundang tujuh pabrik surimi untuk menggali diversifikasi bahan baku. Beberapa alternatif bahan baku ditawarkan mulai rajungan, ikan tenggiri, cumi dan udang," paparnya.

Dia menyatakan saat wacana diversifikasi disampaikan, pengelola pabrik tersebut memberikan sambutan yang baik. "Mereka rupanya tertarik beralih ke bahan baku tersebut untuk memacu kinerja ekspornya," terangnya.

Pabrik surimi tersebut sejak lama menjalin kerja sama ekspor dengan BKIPM Jawa Tengah. Gatot mengaku tetap mendukung peningkatan ekspor dengan proses diversifikasi bahan baku.

"Dari total 48 pabrik pengolahan ikan, tujuh di antaranya memproduksi pasta ikan untuk diekspor ke negara-negara Asia Pasifik macam Tiongkok, Thailand dan Taiwan," bebernya.

Aktivitas ekspor surimi sendiri saat ini menduduki peringkat keempat dari total ekspor produk perikanan dari Jawa Tengah. Dari data komoditas ekspor pada 2017, ekspor surimi mencapai 2.708 ton atau setara Rp 221 miliar.

Sedangkan, penyumbang ekspor produk perikanan di Jateng lainnya yaitu rajungan mencapai 3.228 ton atau setara Rp 1,2 triliun dan udang mencapai 3.320 ton atau setara Rp 515 miliar.(Jft/Merdeka)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...