24 November 2017

Di Usia Emas: Sinergikan Kepintaran Si Kecil dengan Nutrisi yang Tepat

KONFRONTASI  -  Usia emas untuk mengoptimalkan kepintaran si kecil yaitu saat si kecil berusia 1-5 tahun. Di tahapan usia itu, si kecil mampu menyerap informasi dengan maksimal dibandingkan di tahapan usia lainnya.

Namun biasanya Mam dan Pap hanya mengukur kepintaran si kecil dari kemampuan kognitifnya saja. Tanpa disadari, Mam dan Pap fokus melatih kepintaran si kecil dalam merangkai kata, berhitung, dan mengenal benda.

Sebenarnya, kepintaran si kecil tidak hanya diukur dari kepintaran kognitif atau yang juga sering disebut kepintaran akal. Namun, Mam dan Pap juga harus mendukung kepintaran fisik dan sosial.

Lalu seperti apa kepintaran akal, fisik, dan sosial itu?

Kepintaran akal meliputi kemampuan berkomunikasi si kecil, memecahkan masalah, serta berpikir jernih dan kritis. Kepintaran akal erat kaitannya dengan word smart, number smart, picture smart, dan music smart.

Kemudian kepintaran fisik erat kaitannya dengan body smart yang meliputi kemampuan si kecil dalam perkembangan motorik dan stimulasi panca indra. Di samping itu, kepintaran fisik juga bisa dilihat dari kecakapan si kecil dalam mengeksplorasi alam atau sering disebut nature smart.

Sedangkan kepintaran sosial merupakan kemampuan si kecil dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mengendalikan diri sendiri.

Mam harus tahu bila ketiga kepintaran itu harus disinergikan dengan baik. Sebab, ketiga kepintaran itu sama pentingnya dan harus didukung dengan porsi yang sama dan cara yang tepat.

Meskipun demikian, dibutuhkan dukungan berbeda untuk masing-masing kepintaran itu baik dari nutrisi maupun stimulasi. Untuk memberikan dukungan yang tepat, ini cara yang bisa Mam lakukan:

Dukungan untuk Kepintaran Akal

Mam bisa mendukung kepintaran akal si kecil dengan memberikan asupan terbaik yang mengandung asam lemak esensial omega 3 dan 6. Asam lemak Omega 3 (Asam alfa-linolenat) dan Omega 6 (Asam Linoleat) tidak dapat dihasilkan tubuh, penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil.

Lalu lengkapi dengan DHA (Docosehaxaenoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid). Mam bisa mendapatkannya dari sarden, tongkol, salmon, tuna, udang, kerang, kacang kenari, dan minyak zaitun.

Selain itu, jangan sampai Mam melewatkan asupan yang mengandung kolin untuk si kecil. Kolin dibutuhkan untuk perkembangan otak dan fungsi daya ingat. Selain itu, kolin membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di tubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin di antaranya telur, susu yang difortifikasi, brokoli, kubis, kembang kol, tahu, yoghurt, dan daging sapi tanpa lemak.

Selanjutnya adalah zat besi yang menjadi unsur paling penting dalam produksi dan pemeliharaan saraf serta mempengaruhi aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Makanan sumber zat besi antara lain daging sapi, daging kambing, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Asupan yang tak kalah penting yaitu asupan yang mengandung Vitamin A untuk mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh dari infeksi. Si kecil yang berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A sebanyak 400 mikrogram per hari (AKG, 2013). Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.

Dukungan untuk Kepintaran Fisik

Sementara untuk mendukung kepintaran fisik si kecil, Mam harus memastikan si kecil mengonsumsi asupan yang mengandung protein. Sebanyak 10 persen tenaga si kecil bersumber dari protein.

Karena itu, protein merupakan komponen esensial yang dapat membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik bisa ditemukan di daging sapi, daging unggas, kuning telur, susu, dan kacang-kacangan.

Selanjutnya Alpha Lactalbumin berupa protein whey yang terdiri dari 20% total kandungan protein yang mudah dicerna. Protein whey dapat meningkatkan penyerapan mineral, menstimulasi fungsi daya tahan tubuh, dan memiliki efek prebiotik. Alfa Lactalbumin banyak terkandung di daging, unggas, ikan, telur, dan susu yang difortifikasi.

Dukungan untuk Kepintaran Sosial

Jangan sampai Mam melewatkan asupan nutrisi di atas untuk mendukung kepintaran si kecil. Lalu untuk membantu Mam menstimulasikan kepintaran sosial si kecil, Mam bisa mendapatkan tipsnya di www.parentingclub.co.id.

Bantu si kecil untuk menyinergikan kepintaran akal, fisik, dan sosialnya dengan menstimulasi dan memberikan nutrisi terbaik yang dibutuhkan si kecil sesuai tahapan usianya.(Jft/Balikpapanpos)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...