16 December 2017

Cara Mengenali Mi Basah yang Menggunakan Bahan Pengawet

Konfrontasi - Siapa yang tidak suka makan bakmi. Makanan yang dikenalkan oleh rakyat China di Indonesia ini bahkan sudah menjadi makanan pokok pengganti nasi.

Tapi sayangnya, di era sekarang banyak sekali penjual bakmi yang tidak jujur. Bakminya dijual asal-asalan dengan tambahan pengawet dan pewarna yang tidak sehat.

Karenanya, Anda harus pintar-pintar tahu atau membedakan mana bakmi yang aman dikonsumsi dan tidak. Hal ini penting, sebab berkaitan dengan pencegahan gangguan pencernaan atau penyakit lainnya.

Supaya tidak bingung, CEO dan Franchisor Bakmi Naga Susanty Widjaya berbagi tips membedakan bakmi yang berpengawet dan tidak. Berikut rangkumannya, dikutip Okezone, Jumat (17/11/2017).

Bakmi lebih bertekstur

Saat Anda makan bakmi yang sehat, coba dilihat dari bentuknya. Bakminya punya tekstur kasar alias tidak lurus bentuknya. Inilah salah satu cara yang paling mudah untuk membedakan bakmi non pengawet dan memakai pengawet.

Lembut dimakan

Bakmi yang non pengawet pasti akan sangat lembut dimakan. Kalau bakminya enak dan lembut, pasti orang akan kembali datang lagi untuk makan. Karena lembut, pasti bakminya juga akan enak dimakan.

Rasanya gurih

Bakmi yang tidak menggunakan pengawet rasanya cenderung gurih. Biasanya bakmi dibuat dari tepung dan telur yang dibuat dalam sehari. Bakmi yang tidak Berpengawet diproduksi tanpa menggunakan air abu. Tentu cara ini juga bisa dijadikan rekomendasi until makan bakmi yang sehat.

Setelah makan perut tidak kembung

Karena makan bakmi yang tidak berpengawet, sistem pencernaan pasti aman. Tapi kenali, kalau setelah makan bakmi, perut tiba-tiba kembung dan rasanya sangat kenyang, pastilah bakmi yang Anda makan tidak aman. Selain itu, bakmi akan basi jika tidak dimakan dalam waktu beberapa jam.

Warnanya cerah

Bakmi yang tidak menggunakan pewarna, cenderung tidak berwarna kuning terang atau putih. Bakmi warnanya tidak mencolok. Saat direbus juga tidak menyisakan warna di air sisa rebusan. (oke/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...