26 June 2019

Bagaimana Menyiasati Tips Pola Makan yang Baik Saat Lebaran?

KONFRONTASI -  Puasa bisa memperbaiki metabolisme tubuh. Namun begitu Lebaran datang, pola makan kembali berubah. Berbagai penganan Lebaran mendorong makan terus-menerus meski tidak lapar.

Guru Besar pada Kelompok Keahlian Farmakologi-Farmasi Klinik, Sekolah Farmasi ITB Prof. I Ketut Adnyana menjelaskan, saat berpuasa, proses pengolahan makanan menjadi energi di dalam tubuh akan menjadi cepat. Sehingga energi tubuh bisa dialokasikan untuk kegiatan lainnya selain mengolah makanan. Namun, perubahan metabolisme juga bisa menjadi malapateka jika tidak dimanfaatkan dengan benar.

"Metabolisme yang efisien membuat kita merasa bahwa kita terus ‘sanggup’ untuk makan, efeknya kita jadi makan terus walau sadar sebenarnya tidak sedang mengalami lapar," katanya seperti dikutip dari laman resmi ITB, Senin, 3 Juni 2019.

Oleh karenanya berat badan mudah naik setelah tak lagi berpuasa. "Kan kalau puasa di bulan Ramadan, selesainya langsung disuguhi sama makanan-makanan saat Lebaran, jadi orang bisa kalap dan akhirnya makan-makanan yang berlebihan secara tidak sadar, ini yang biasa disebut dengan fenomena diet yoyo," kata Ketut. 

Ia menjelaskan, lapar bisa dibagi menjadu dua, lapar fisiologis dan lapar psikologis. Lapar fisiologis otomatis dari tubuh, jika energi kurang tubuh akan meminta makanan. Sementara lapar psikologis merupakan keinginan makan tanpa memperdulikan rasa lapar. Puasa sangat ampuh untuk belajar menghilangkan lapar psikologis.

"Kalau yang lapar fisiologis, kita tak perlu takut, tubuh kita sudah otomatis mengaturnya, soal adaptasi tubuh dari tidak puasa menjadi puasa paling hanya butuh 3-4 hari," tuturnya.

Ketut punya tips untuk menjaga pola makan saat lebaran. "Ada dua hal yang saya rasa penting untuk dijaga, bahan makanan dan cara memasaknya," ungkapnya.

Bahan makanan yang disarankan adalah bahan makanan berserat, seperti sayur dan buah. Kedua makanan berserat tersebut bisa membantu mengenyangkan juga mudah diolah oleh tubuh. "Cara masak, termasuk sajiannya juga penting ya. Balik lagi, psikologis itu penting, jadi kita harus bisa membuat makanan sehat terlihat enak," katanya.(jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...