23 November 2017

Tenun Badui Dilirik Konsumen Karena Keunikannya

KONFRONTASI- Kain tenun Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, dilirik konsumen karena memiliki keunikan dibandingkan dengan tenun-tenun lainnya di Tanah Air.

"Kami selama sepekan ini kewalahan melayani pesanan konsumen dari luar daerah," kata Neng (40) seorang perajin tenun Badui warga Kadu Ketug, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Selama ini, banyak konsumen dari berbagai daerah datang ke sini memesan 10 sampai 20 unit tenun Badui.

Selain itu juga banyak wisatawan yang membeli tenun Badui sekadar untuk dijadikan kenang-kenangan dengan alasan tradisional juga memiliki nilai seni.

Kebanyakan para konsumen tenun Badui adalah kaum perempuan.

Meningkatnya permintaan tenun Badui setelah beberapa kali para perancang busana menampilkan fashion kain Badui di tingkat nasional hingga internasional. Para perajin kain tenunan dikerjakan kaum perempuan dengan peralatan secara manual.

Biasanya, kata dia, untuk mengerjakan kain dengan ukuran 3x2 meter persegi bisa dikerjakan selama sepekan.

Pengerjaan kain tenun sambil duduk di balai-balai rumah yang terbuat dari dinding bambu dan atap rumbia.

"Kami sangat terbantu pendapatan ekonomi keluarga dengan kerajinan kain Badui itu," katanya.

Salah seorang perajin warga Baduy Luar, Amir (40) mengaku, selama ini permintaan kain dan batik Badui meningkat sehingga wisatawan domestik dari luar daerah setiap hari datang ke perkampungan Badui.

Adapun, kata dia, harga kain tenun dan pakaian batik Badui itu tergantung kualitas mulai Rp 70.000 sampai Rp 350.000 per busana.

"Selama ini banyak wisatawan domestik semakin mencintai produk Badui," katanya.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...