16 December 2017

Menengok Indahnya Sulaman Xiang

KONFRONTASI-Johanes Galuh Bimantara, seorang jurnalis asal Indonesia, terpana saat melihat sebuah karya bergambar macan di hadapannya. Meski mirip lukisan, objek itu ternyata adalah karya sulam Xiang yang berasal dari Provinsi Hunan, China.

"Wah, tadi saya kira lukisan," kata Galuh yang bersama beberapa jurnalis Asia lainnya saat berkunjung ke Institut Riset Sulam Hunan di Changsha, China, pekan lalu.

Detail, komposisi, dan gradasi warna yang terpadu apik akan menipu mata setiap orang yang hanya sekilas melihatnya. Saat dilihat lebih dekat pun masih sulit memperhatikan serat-serat benang yang terjalin sangat rapat dan mendetail pada sulaman Xiang.

Benang yang digunakan lebih tipis dari rambut manusia, ujar Liu Xingxing, seorang pemandu di institut tersebut.

Seni sulam Xiang terkenal dengan gambar-gambar hewan seperti macan dan angsa, yang terkesan hidup. Tidak hanya mata, seluruh bagian tubuh hewan bahkan bulu juga disulam dengan ketelitian dan imajinasi tingkat tinggi agar bisa menciptakan efek tiga dimensi.

Teknik sulaman Xiang bahkan telah dikembangkan menjadi karya dua sisi, dimana sebuah karya memiliki dua gambar berbeda di setiap sisinya.

Li Qunying (45), seorang master sulam yang telah mempelajari teknik ini selama 30 tahun mengatakan bahwa gambar bunga dan burung adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai jika seseorang ingin mempelajari seni sulam Xiang.

Pada umumnya, sebuah desain gambar telah dicetak pada selembar kain putih transparan, sebelum kemudian disulam dengan teknik tumpuk dan gradasi.

"Tetapi kalau sudah master biasanya tidak membutuhkan desain, asal sudah ada struktur gambarnya mereka bisa menyulam hanya dengan mengandalkan imajinasi dan menambah detail-detail untuk memperindah karya," tutur Li.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah karya sulam sangat tergantung pada ukuran, desain dan kerumitan teknik yang digunakan.

Untuk karya berukuran 50x50 sentimeter bergambar bunga dapat diselesaikan dalam hitungan minggu, tetapi untuk karya berukuran besar hingga mencapai 1,5x3 meter membutuhkan waktu paling cepat tiga bulan, bahkan ada yang mencapai tahunan.

Karya berukuran besar dengan banyak detail biasanya dikerjakan oleh lebih dari satu penyulam. Institut Riset Sulam Hunan memiliki lebih dari 100 penyulam dan 20 master yang bekerja tujuh jam per hari.

Ruang pamer mereka harus dilengkapi jendela-jendela besar agar cahaya matahari bisa masuk karena salah satu prasyarat utama dalam proses menyulam adalah cahaya alami yang tidak berasal dari nyala lampu.

"Saat bekerja lampu harus dimatikan agar tidak ada pantulan cahaya yang bisa memengaruhi warna benang yang dipilih. Karena itu juga kami memberlakukan jam kerja pukul 8 pagi hingga 4 sore, saat kami bisa mengandalkan cahaya matahari," tutur Li.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...