20 April 2018

Lakukan 3 Hal Ini Saat Kesibukan Kerja Mulai Usik Keharmonisan

Konfrontasi - Banyak orang kurang bahagia dengan pernikahannya lantaran mengabaikan kejujuran pada diri sendiri. Hal itu disampaikan terapis sekaligus konselor pernikahan profesional, Corey.

Ia berpendapat pasangan butuh duduk bersama ketika kesibukan kerja mulai mengintervensi kehidupan keluarga.

“Sangat berbahaya ketika pasangan terus-menerus didera kesibukan. Cepat atau lambat, kehidupan berkualitas bersama terus menurun. Lama-kelamaan hal itu berujung pada kekecewaan, frustrasi, dan seterusnya,” ujar dia seperti dikutip jaringan Simplemarriage.net, Jumat (5/1/2018).

Corey berujar ketika pernikahan menjadi prioritas dalam kehidupan pasangan, kita harus berani menunjukkannya.

“Belajarlah berani bilang tidak ketika ada pekerjaan yang tiba-tiba mengganggu acara keluarga. Aktivitas anak juga jangan kelewat banyak. Jangan lupa pilih waktu khusus untuk berkumpul bareng,” jelasnya.

Menurut Corey, keberhasilan pernikahan tidak bisa diupayakan sepihak namun butuh kerja sama seluruh anggotanya. Dan menjadikan keluarga prioritas adalah pilihan terbaik bagi hidup yang hanya sekali.

Setali tiga uang dengan Corey, konsultan pernikahan Mellisa Orlov menyebut keluarga menjadi tempat untuk mengisi ulang energi yang dihabiskan di luar rumah. Tanpa hal itu, kesehatan jiwa dan mental bisa terganggu. Orlov punya beberapa tips ketika pasangan terlalu sibuk dengan kesibukan pekerjaan seperti dilansir Psychologytoday.com.

1. Tentukan prioritas rumah tangga

Saat kehidupan pekerjaan terlalu sibuk, saatnya berbicara kalem dengan pasangan untuk kembali merenungkan arah keluarga. Utarakan ketika pasangan kurang memperhatikan keluarga. Berikan pengertian kepadanya kalau kita sedang kehilangan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Keluarga membutuhkan solusi bersama bukan teriakan emosional ekses dari stres yang menumpuk.

2. Temukan cara tertawa bersama kembali

Ketika seseorang kelewat sibuk bekerja, tekanan dalam hubungan dengan keluarga jadi meningkat. Kunci untuk meredakannya dengan tertawa atau bersantai bersama. Cari atau temukan lagi aktivitas atau topik diskusi asyik yang sekiranya bisa diikuti semua anggota keluarga. Kegiatan sepele ini bisa kembali mengikat kebersamaan keluarga yang renggang didera kesibukan.

3. Bunyikan alarm tanda bahaya

Kelelahan karena bekerja tak jarang berujung emosi di rumah. Namun hal itu tidak bisa menjadi alibi bagi salah satunya untuk bertindak arogan atau kasar. Ketika salah satu pihak sudah kelewatan, saatnya nyalakan alarm bahaya dengan cara menegurnya. Yakinkan bila si dia menghargai keluarganya, ia juga akan dihargai. Begitu juga sebaliknya.

Punya keluarga yang bisa menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan dengan ideal memang kian langka belakangan. Terlebih tuntutan hidup dan kebutuhan terus meningkat. Namun keluarga bisa tetap menjaga erat ikatannya dengan jalan pasangan tetap berpikir positif dan konstruktif demi masa depan. (solops/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...