20 November 2018

Brand Lokal Ini Sering Dikira Merek Asing

KONFRONTASI- Entah karena penamaannya yang berbahasa Inggris atau image-nya yang kebarat-baratan, atau karena kualitasnya yang memang top, beberapa brand lokal ini sering disangka berasal dari luar negeri.

Anggapan ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap produk atau merek luar lebih "keren". Namun, ini juga menunjukkan bahwa produk-produk lokal ini sebetulnya tak kalah dengan buatan luar.

Produk lokal apa saja sih yang sering dikira berasal dari luar negeri tersebut? Berikut merek-merek lokal rasa internasional tersebut.

1. Lea
Banyak yang berpikir bahwa merek Lea berasal dari Amerika Serikat. Padahal, seperti dilansir MoneySmart.id, Jeans Lea diproduksi oleh PT Lea Sanent di Tangerang.  

Jeans tersebut diproduksi sejak tahun 1971. Desain pakaian dan logo merek tersebut memang berkiblat pada benua Amerika. Jadi, tak heran juga jika banyak yang mengira Lea berasal dari sana.

2. Tomkins
Namanya yang kebarat-baratan sering membuat orang mengira Tomkins adalah produk luar. Padahal, sepatu yang cukup populer di kalangan anak muda itu asli produk Bandung.

3. Wakai
Dari namanya, orang sering mengira merek fashion ini berasal dari Jepang. Wakai bisa dibilang cukup fenomenal di Indonesia. Banyak orang yang bangga memakai sepatu merek Wakai, bahkan sampai ada produk tiruannya.

4. Edward Forrer
Satu lagi brand asal Bandung yang sering dikira berasal dari luar. Bisa jadi karena nama yang digunakan, Edward Forrer. Padahal, nama tersebut merupakan nama pendiri brand ini yang berasal dari Bandung.

Bermula dari tahun 1990-an, pendirinya Edward Forrer yang kerap disapa Edo sebenarnya berasal dari keluarga bukan berada. Namun, kegigihannya membangun brand sendiri membuahkan hasil. Tak hanya beken di dalam negeri, brand asal Bandung itu kini juga mulai dipasarkan ke luar negeri.

Bahkan, Edo sang pendiri membangun kantor di Australia demi mewujudkan cita-citanya agar lebih dikenal di kancah Internasional.

5. The Executive
Merek pakaian ini pasti sering kita temukan di mal-mal besar. Memang, biasanya stand The Executive jadi tempat buat para pekerja kantoran mencari pakaian kerja mereka.

Namanya membuat brand lokal ini disangka dari luar negeri. Padahal, The Executive berasal dari Indonesia, tepatnya dari Bandung. Brand yang didirikan oleh Johanes Farial ini berada di bawah naungan PT Delami Garment Industries. Kini merek The Executive juga mulai merambah beberapa negara di Asia Tenggara.

6. 3second
Saat ini, 3second tersebar di 360 store di Indonesia dan bahkan luar negeri. Brand lokal ini cukup hits di kalangan anak muda. Berdiri sejak tahun 1997, merek satu ini melekat kuat bagi para pecinta fashion streetwear.

7. Hoka-Hoka Bento

Nah, nama restoran cepat saji dengan sajian menu khas Jepang ini tentu sudah sangat tidak asing. Hoka-Hoka Bento alias Hokben hadir dengan konsep yang memang Jepang sekali. Tak heran jika kebanyakan orang mengira Hokben berasal dari Negeri Sakura.

Nyatanya, brand restoran cepat saji ini sudah ada sejak tahun 1985 di bawah naungan PT Eka Bogainti. Kantor pusatnya malah berada di Jakarta.

8. Polygon
Brand produk sepeda tersebut ternyata diproduksi di Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal, banyak yang menyangka merek ini berasal dari luar. Pasalnya, dulu produk sepeda ini pertama kali memang dipasarkan di luar negeri. Setelah sukses, barulah kembali di bawa ke dalam negeri. Sepeda Polygon pernah digunakan di UCI DH World Cup tahun 2013 oleh tim Internasional UR Team.

Nah, beberapa brand-brand lokal tersebut harusnya membuat masyarakat Indonesia makin mencintai produk dalam negeri. [mr/sindo]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...