22 May 2018

7 Bahan Kimia yang Dapat Memicu Diabetes

Konfrontasi - Diabetes adalah salah satu penyakit yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya secara global, termasuk di Indonesia. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang.

Selain dari dalam, beberapa bahan kimia juga dapat memicu munculnya penyakit tak menular satu ini. Apa sajakah itu?

1. Arsenik

Arsenik banyak ditemukan pada bahan makanan dengan jumlah kecil dan tidak mematikan. Beras, ayam, ikan besar seperti tuna, dan minuman beralkohol yang difermentasi seperti anggur dan bir mengandung sejumlah arsenik. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2017 mengungkapkan bahwa paparan arsenik menginduksi intoleransi glukosa. Selain itu, faktanya, arsenik hadir dalam hampir segala hal mulai dari udara sampai debu, sehingga sulit untuk dihindari.

2. BPA

Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik,dimana dapat mengganggu fungsi endokrin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sayangnya, BPA ditemukan dalam produk plastik sehari-hari seperti botol, wadah, pipa air, dan peralatan sehari-hari seperti laptop, telepon seluler, dan sebagainya.

3. Polychlorinated biphenyls (PCB)

Polychlorinated biphenyls (PCB) adalah bahan kimia buatan manusia organik yang dikenal sebagai hidrokarbon terklorinasi. Bahan kimia ini digunakan dalam peralatan listrik, pigmen, pewarna, kertas fotokopi tanpa karbon dan produk karet. Terkadang, bahan tersebut memasuki tubuh manusia melalui makanan laut tertentu. PCB memiliki kecenderungan untuk tetap berada di jaringan lemak untuk waktu yang lama. Beberapa penelitian pada hewan juga menunjukkan peran PCB pada diabetes tipe 2.

4. Phthalate

Senyawa kimia ini banyak terdapat dalam benda-benda keseharian, dari kosmetik hingga alat berbahan plastik. Dalam beberapa tahun terakhir, phthalate mulai mendapat perhatian karena dapat memicu berbagai penyakit serius seperti diabetes tipe 2, obesitas dan penyakit jantung.

5. Merkuri

Logam berat ini adalah racun lingkungan yang dapat menyebabkan perubahan pada jaringan dan berkontribusi pada masalah kesehatan yang parah dengan bentuk berupa uap atau senyawa organik. Seperti bahan kimia lainnya, merkuri juga tidak bisa dihindari karena ada di tanah dan air. Sebuah studi tahun 2013 juga menegaskan bahwa kadar merkuri yang lebih tinggi dalam tubuh manusia terkait dengan risiko diabetes yang tinggi.

6. Kadmium

Logam berat lainnya yang bertanggung jawab untuk meningkatkan risiko diabetes adalah kadmium. Bahan kimia ini dapat ditemukan pada makanan tertentu seperti kentang, biji-bijian, ikan, biji, hati, sayuran berdaun, dan asap rokok. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa paparan kadmium dapat dikaitkan dengan peningkatan kejadian diabetes pada pria.

7. Pestisida

Peningkatan kesadaran akan toksisitas pestisida telah mempengaruhi popularitas produk organik. Pestisida adalah koktail bahan kimia yang disemprotkan pada tanaman untuk mengusir hama, bakteri, jamur, dan gangguan lainnya. Akibatnya, muncul bekas pestisida pada sayuran dan buah-buahan. Jika tidak dicuci dengan benar sebelum dikonsumsi, toksin tersebut bisa masuk ke sistem dan menimbulkan malapetaka bagi kesehatan. Ada banyak bukti yang menghubungkan peningkatan kejadian diabetes dengan toksisitas pestisida. (mtv/mg)

Category: 
Loading...