23 October 2019

Taylor Swift Kembali ke Posisi Teratas Album Billboard 200

Konfrontasi - Taylor Swift kembali ke puncak peringkat album baru Billboard 200 Amerika Serikat pada Rabu (3/12) dalam daftar yang diyakini lebih akurat mencerminkan konsumsi musik saat ini.

Album Swift "1989" melompat dari posisi No. 2 ke No. 1 pekan ini dengan total penjualan album 339.000 unit menurut data penjualan album fisik, penjualan lagu digital dan tingkat pemutaran daring yang dikumpulkan oleh Nielsen SoundScan.

Tangga album mingguan Billboard 200, yang sebelumnya hanya diukur dari penjualan album fisik dan digital, sekarang juga meliputi lagu-lagu digital dimana setiap 10 lagu setara dengan satu unit album, dan angka pemutaran daring dimana setiap 1.500 pemutaran daring setara dengan satu unit album.

Pekan ini album "1989" terjual 281.000 kopi lengkap. Selain itu ada 580.000 lagu yang dibeli secara individual dan 36.000 pemutaran musik dari "1989."

Angka pemutaran daring yang lebih rendah berkaitan dengan aksi Swift memindahkan seluruh katalog musiknya dari raksasa pemutar daring Spotify.

Sementara kelompok a cappella Pentatonix memanjat ke peringkat dua dengan penjualan "That's Christmas to Me" total mencapai 227.000 unit sementara penyanyi rap Eminem berada di No. 3 dengan penjualan "ShadyXV" mencapai 148.000 unit.

Pemuncak tangga album pekan kemarin boy band Inggris One Direction, turun ke posisi empat dengan penjualan 125.000 unit album "Four".

Pendatang baru lain di Top 10 Billboard 200 pekan ini meliputi rapper Rick Ross di No. 6 dengan "Hood Billionaire" dan penyanyi R&B Beyonce di No. 8 dengan "Beyonce: More Only EP," bagian dari edisi platinum dari album berjudul namanya yang dirilis kembali pekan lalu.

Di tangga lagu digital, "Blank Space" milik Swift berada di posisi puncak dengan penjualan 342.000 kopi.

Sementara aktris Jennifer Lawrence membuat kejutan dengan masuk ke posisi No. 2 dengan lagu James Howard berjudul "Hanging Tree."

Lagu latar film "Hunger Games: Mockingjay - Part 1" itu terjual 200.000 kopi digital, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...