22 January 2018

Riri Riza: Kopi Itu Ibarat Seni

KONFRONTASI-Produser dan sutradara film Riri Riza menilai kopi seperti seni setelah dirinya mulai hobi mendalami tentang kopi.

"Kopi itu seperti seni, budaya dan lingkungan ikut memengaruhi," Riri usai mempromosikan acara Makassar International Writers Festival di Jakarta, Jumat.

Riri memang tidak bisa lepas dari kopi. Sebagai pekerja seni dengan jam kerja yang tidak teratur, kopi seperti teman setia baginya.

Nama pemilik nama lengkap Mohammad Rivai Riza itu bukan sekadar meminum kopi. Ia juga mendalami tentang kopi.

"Saya suka kopi sudah lama, sejak bikin film. Akan tetapi, sejak 3--4 tahun ini saya serius mengenal kopi," ujar kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu.

Menurutnya cita rasa kopi setiap daerah karena dipengaruhi budaya dan lingkungan di daerah tersebut.

Setiap syuting ke suatu tempat, Riri tidak hanya sekadar menyeruput kopinya saja, tetapi juga mempelajari sejarahnya.

Saat ini, Riri yang sudah menyutradarai belasan film itu tengah sibuk menjadi produser bersama rekannya Mira Lesmana dalam film terbaru garapan mereka "Pendekar Tongkat Emas" yang segera akan dirilis akhir tahun ini.

Pengambilan gambar film yang terinspirasi dari komik klasik Indonesia pada tahun 1970-an itu dilakukan di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Di tengah kesibukannya sebagai pekerja film, Riri turut aktif dalam mengapresiasikan sastra lewat Rumah Budaya Rumata' yang dia dirikan bersama Lily Yulianti Farid.

Rumah Budaya Rumata' menggelar Makassar International Writers festival untuk keempat kalinya pada tanggal 4--7 Juni 2014 di Fort Rotterdam, Makassar.

"Sastra itu tidak bisa dilepaskan dari dunia film. Saya belajar banyak terkait dengan penyutraan dari sastra, seperti belajar irama dari puisi. Saya juga banyak terinspirasi dari sastrawan Indonesia," jelas sutradara Kuldesak, Petualangan Sherina, Gie, Sang Pemimpi, dan lainnya itu.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...