22 March 2019

Christine Hakim Belajar Indonesia Lebih Dalam Melalui Film Sejarah

KONFRONTASI -  Aktris Christine Hakim selama empat dekade berkarir di industri film. Christine telah mencicipi pengalaman berakting di lima film sejarah, yang membuatnya bisa belajar lebih dalam tentang Indonesia. Dia mengatakan proses pembuatan film sejarah terasa seperti rekonstruksi skenario Tuhan sebab apa yang disajikan berasal dari kisah nyata.

Menurut Christine dalam konferensi pers film “Bumi Itu Bulat”, Senin (12/3/2019)), itu napak tilas sebagai bangsa Indonesia untuk memahami apa itu Indonesia. Salah satu film sejarah yang dibintanginya adalah “Tjoet Nja’ Dhien” (1988). Lewat film itu, Christine bisa membayangkan perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang sekarang bisa dinikmati semua orang.

Saat mengenang Cut Nyak Dien, Christine terdiam sejenak. Dengan suara tercekat menahan tangis, dia melanjutkan, “Berapa juta nenek moyang kita, yang gugur tumpah darah mereka. Kita hanya menikmati hasil perjuangan dan kerja keras. Tidak ada darah yang kita tumpahkan.”

Christine menyayangkan kemerdekaan yang didapat secara susah payah itu kerap lupa disyukuri oleh orang-orang saat ini. Keberagaman yang jadi kekuatan Indonesia akhir-akhir ini justru kerap dijadikan sumber masalah. “Kita harus mengasihi sesama hamba Allah,” ujarnya.

Christine Hakim adalah salah satu inisiator mempromosikan toleransi di kalangan anak muda melalui film layar lebar. Bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Gus Yaqut, sineas Robert Ronny, komika Arie Kriting, dan perancang Jenahara Nasution dia bersepakat membuat film “Bumi Itu Bulat”, agar anak muda dapat melihat model yang baik mengenai toleransi. Film ini akan tayang pada 11 April mendatang. [Jft/BeritaBuana]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...