23 November 2017

Wow, Usaha Homestay di Cibodas Bisa Hasilkan Omzet Milyaran dalam Setahun

Konfrontasi - Poster atau papan kayu bertuliskan 'homestay' dapat dengan mudah ditemui di sepanjang Jalan Maribaya-Patrol, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jalur yang berada di ujung timur Lembang itu belakangan ini memang lebih ramai, seiring dengan kehadiran sejumlah tempat wisata di Desa Cibodas. 

Selain cukup jauh dari pusat Lembang, kondisi alam di Cibodas juga jadi daya tarik. Maka kehadiran homestay dapat dipahami sebagai upaya masyarakat setempat untuk turut meraih keuntungan dari keberadaan wisatawan. Namun, rupanya, sebagian masyarakat Cibodas memang telah mengembangkan homestay, jauh sebelum Cibodas dikenal sebagai destinasi wisata.

"Dulu itu awalnya sembilan rumah, kemudian jadi 27 rumah pada 2009. Nah, pas 2013 berkembang jadi 56 rumah. Sampai sekarang jumlah homestay di Kelompok Mekar Tani Jaya tetap segitu. Homestay-nya itu ada di dua RW di Kampung Cibeunying," kata Doyo Mulyo Iskandar (56) di rumahnya, Kampung Cibeunying, RT 2 RW 10, Desa Cibodas, Minggu 10 September 2017. 

Doyo, yang juga Ketua Kelompok Mekar Tani Jaya, ialah perintis kemunculan homestay di Cibodas, meski hingga saat ini ia cuma punya empat kamar untuk disewakan. Rumahnya yang dipakai untuk sekretariat Mekar Tani Jaya seringkali dimanfaatkan pula sebagai pondokan untuk menampung puluhan orang.

"Dari 56 rumah yang dijadikan homestay itu ada 131 kamar yang siap huni. Booming tempat wisata di Cibodas sejak akhir 2015 sampai sekarang membuat orang lain bikin homestay juga, karena memang banyak wisatawan yang kemalaman di Cibodas. Saya perkirakan ada lebih dari 50 homestay baru, tapi itu bukan kelompok kami," tuturnya.

Awalnya bukan untuk wisatawan

Dia mengisahkan, keberadaan homestay di Cibodas pada awalnya bukan ditujukan untuk wisatawan, melainkan bagi rombongan peserta pelatihan tani. Anak-anak sekolah atau masyarakat umum biasa ke Cibodas dalam jumlah banyak. Mereka belajar bertani selama beberapa hari, sehingga perlu tempat menginap. 

"Mekar Tani Jaya juga kan sebetulnya nama kelompok tani, sudah terakreditasi juga. Oleh Kementerian Pertanian, kami ditunjuk buat terlibat dalam pelatihan tani. Makanya, pemilik homestay itu kebanyakan adalah buruh tani. Yang perlu disyukuri, mereka jadi semangat menyekolahkan anak-anaknya lebih tinggi, karena punya penghasilan tambahan. Tingkat kebersihan juga lebih baik, karena rumahnya kan disewakan," tuturnya.

Terus berkembang

Perkembangan tempat wisata di Cibodas, kata dia, ikut menambah ramai tamu yang menginap di homestay. Perkembangan agrowisata di Cibodas juga sesuai dengan yang dia harapkan. Setiap minggu, Doyo menyebutkan bahwa homestay Mekar Tani Jaya selalu ada tamunya. Para tamu itu berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dari luar negeri pula.

"Tamu dari luar negeri yang terakhir itu berasal dari Asia Selatan, dari Bangladesh, India, dan negara lainnya. Kecuali bulan puasa, setiap bulan homestay kami hampir selalu terisi. Makanya, kalau bulan puasa itu biasanya dimanfaatkan untuk merenovasi rumah. Pada 2016, kami mencatat ada lebih dari 12.000 pengunjung homestay. Kalau dihitung-hitung, omzetnya itu hampir Rp 3,5 miliar," katanya.

Dia mengungkapkan, tarif sewa kamar hanya sekitar Rp 150-350 ribu per malang, tergantung fasilitas yang tersedia. Penghasilan yang cukup signifikan, kata dia, berasal dari penyediaan jasa konsumsi bagi para tamu. Selain itu, karena memang para tamu lebih dominan peserta pelatihan tani, anggota Kelompok Mekar Tani Jaya juga mendapat penghasilan dari honor sebagai pemandu atau narasumber dalam pelatihan tani.

"Kami juga banyak bekerja sama dengan berbagai perguruang tinggi. Mereka itu kan harus memberi pengabdian kepada masyarakat. Nah, saya bersyukur pengabdian-pengabdian kepada masyarakat itu banyak dilakukan di sini. Jadi, kami dapat banyak ilmu, sampai kursus menyetir atau komputer. Untuk usaha homestay ini, kami sudah diajarkan bagaimana membuat tamu betah dan terkesan tinggal di homestey," ucapnya.

Berkiprah di ASEAN

Tak heran, pada 2016 Kelompok Mekar Tani Jaya ditunjuk Kementan untuk mewakili Indonesia dalam lomba homestay tingkat ASEAN. Tahun lalu, mereka bahkan berhasil masuk lima besar. "Baru 4 September kemarin, kami dinilai untuk lomba tingkat nasional. Kami menjadi wakil Jawa Barat," ucapnya.

Ke depan, Doyo berharap, usaha homestay yang dikembangkan di kampungnya bisa semakin dikenal luas oleh wisatawan. Oleh karena itu, pada 10 Oktober mendatang, bertepatan dengan hari jadi Mekar Tani Jaya ke-30, dia berencana meluncurkan website khusus guna mendukung pemasaran homestay di Cibodas secara online. 

"Tamu kami memang kebanyakan berasal dari peserta pelatihan. Paling sekitar 20% tamu yang merupakan wisatawan. Beda dengan tamu pelatihan, tamu wisatawan kan gampang keluar uang. Yang namanya wisatawan, kan pasti banyak uangnya. Makanya, website itu mudah-mudahan bisa semakin mengenalkan homestay kami. Jadi semakin banyak wisatawan yang menginap," ucapnya. 

Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya mengatakan, pemerintah desa telah menerapkan aturan khusus bagi masyarakat yang menjadikan rumahnya sebagai homestay. Aturan tersebut dimaksudkan agar homestay yang ada tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif oleh para tamu. Fasilitas homestay maupun standard kebersihan juga ikut diatur. 

"Kalau untuk peraturan desa yang khusus mengatur tentang homestay, saya masih mempelajarinya. Memang buat jasa usaha seperti penginapan atau hotel sudah ada ketentuannya, tapi untuk homestay sementara ini pemerintah desa belum menarik kontribusinya (pajak). Saya belum berani, karena khawatir itu malah jadi pungutan liar," katanya. (pkrnrkyt/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...