22 January 2018

Wirausahawan Muda Tak Usah Takut Gagal

KONFRONTASI -    Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS memotivasi kalangan generasi muda untuk tidak perlu takut untuk memulai dan gagal dalam menekuni dunia wirausaha.
"Bisnis itu yang penting harus jalan dulu, jangan menunggu modal datang dan jangan pernah takut gagal," tegas Prakoso saat acara ulang tahun majalah Excellent ke-7 dengan tema "Gerakan Wirausaha Kreatif Nasional Naik Kelas", di Jakarta, Jumat (28/4).

Selain itu, kata Prakoso, lebih bagus lagi bila bidang usaha yang digeluti itu harus berangkat dari hobi atau sesuatu yang disukai.

"Bahkan, bidang bisnis yang dipilih jangan yang biasa-biasa saja. Bisnis yang tidak biasa, misalnya bengkel mobil khusus para pehobi otomotif. Karena, bila bisnis yang tidak biasa, keuntungannya pun pasti tidak biasa," papar Prakoso.

Maka itulah, Kementrian Koperasi dan UKM pun terus menggulirkan program kewirausahaan nasional (GKN) dengan melibatkan seluruh stakeholder baik di pusat maupun daerah.

"Semangat gerakan tahun 2017 ini adalah menciptakan wirausaha yang tangguh, inovatif, dan peduli," tambah Prakoso sebagaimana rilis Kemenkop UKM yang diterima redaksi.

Menurut Prakoso, wirausaha tangguh berarti terampil dan handal dalam menjalankan usahanya agar dapat berkembang lebih baik lagi, atau bisa disebut naik kelas. Inovatif berarti gigih dalam menciptakan hal baru dan mencari solusi pada setiap persoalan yang dihadapi.

"Sedangkan wirausaha yang peduli, selain sebagai wirausaha yang mencari keuntungan juga berbagi dengan lingkungan sosialnya atau biasa disebut social entrepreneur," jelas Prakoso.

Prakoso meyakini bahwa para peserta yang hadir di acara ini juga banyak terdapat wirausaha yang tangguh, inovatif, dan peduli.

Prakoso juga menjelaskan, tingkat kewirausahaan Indonesia telah meningkat dari 1,65 persen menjadi 3,10 persen (2016). Hal itu telah melampaui 2 persen dari populasi penduduk sebagai syarat minimal masyarakat suatu negara akan sejahtera menurut David McCleland.
 
"Walaupun masih rendah bila dibandingkan dengan tingkat wirausaha di AS 12 persen, Jepang 11 persen, Cina 10 persen, Singapura 7 persen, dan Malaysia 5 persen," kata Prakoso.

Oleh karena itu, lanjut Prakoso, pihaknya akan terus melakukan kegiatan seperti pemasyarakatan kewirausahaan, diklat kewirausahaan, magang wirausaha, inkubator bisnis, dan sebagainya. Di sisi lain, menurut dia, meningkatnya dukungan pembiayaan oleh pemerintah dan lembaga keuangan bank dan nonbank bagi UMKM dan wirausaha pemula akan mendorong mereka yang mau berwirausaha semakin antusias dalam pengembangan usaha mereka.(Juft/Rmol)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...