29 April 2017

Seruput Hangatnya Laba Teh Cokelat

Konfrontasi - Anda gemar minum teh campur susu? Ah, itu sudah biasa. Coba Anda sesekali minum teh cokelat. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, teh cokelat bisa disajikan dalam keadaan dingin maupun panas.  

Kini, semakin banyak kedai minuman yang menjajakan teh cokelat. Salah satunya adalah Kedai Teh Cokelat.

Usaha minuman ini didirikan oleh Rangga Frandiga pada Januari 2014 di Bekasi, Jawa Barat. Rangga mulai menawarkan kemitraan bisnis ini pada September 2015. Saat ini, Kedai Teh Cokelat baru memiliki satu gerai dan belum punya mitra.

Bagi calon mitra yang berminat menjalankan bisnis Kedai Teh Cokelat, Rangga menawarkan paket investasi senilai Rp 6,5 juta. Mitra akan mendapatkan lisensi merek usaha tanpa batasan jangka waktu, satu set booth, satu buah blender, dan fasilitas peralatan lengkap seperti stoples serta termos es.

Selain itu, mitra mendapatkan seragam karyawan, peralatan promosi, dan bahan baku awal sebesar 10 kilogram kg atau setara 300 gelas. Namun, investasi itu belum termasuk biaya sewa tempat. Mitra wajib menyediakan tempat usaha minimal 4 meter persegi dengan dua orang karyawan.

Dalam kemitraan ini, mitra tidak dipungut royalty fee maupun franchise fee setiap bulan. Mitra hanya diwajibkan membeli bahan baku dari pusat seperti bubuk minuman dan kemasan teh cokelat.

Rangga mengklaim, keunggulan kemitraan Kedai Teh Cokelat, antara lain, kompetitor bisnis minuman masih sedikit. Selain itu, rasa minuman teh cokelat juga nikmat dan menyegarkan.

Kedai Teh Cokelat menyajikan minuman dingin berbahan dasar teh dan cokelat. Ada 15 varian rasa, seperti teh cokelat original, teh cokelat avocado, green tea latte, dark chocolate tea, dan dark chocolate oreo Tea. “Yang paling laris rasa teh cokelat original dan dark chocolate tea,” kata Rangga.

Kedai ini juga menyajikan menu pelengkap seperti roti bakar, sosis, dan kentang goreng. Harga teh cokelat dibanderol Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per gelas. Sedangkan menu makanan berkisar Rp 8.000-Rp 15.000 per porsi.

Rangga mengaku, dalam sehari, gerainya bisa menjual lebih dari 70 cup dengan perolehan omzet penjualan rata-rata Rp 650.000. Dengan begitu, omzet yang bisa diraup mitra sekitar Rp 19,5 juta per bulan dengan laba bersih 50%. Dus, mitra ditargetkan bisa balik modal dalam waktu tiga bulan. (dtk/mg)

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...