29 April 2017

Raih Untung Bergiling-Giling dari Usaha Bisnis Cakwe

Konfrontasi - Kuliner memang menjadi salah satu peluang usaha yang tak ada matinya. Salah satu bisnis makanan ringan yang cukup menjanjikan adalah cakwe. Kudapan khas negeri Tiongkok ini biasa disantap sebagai menu sarapan atau camilan malam hari. Di Indonesia, cakwe juga biasa dijadikan bahan campuran untuk bubur ayam.

Kini, cakwe jadi camilan yang digemari masyarakat Indonesia. Dengan konsep kaki lima, jajanan ini banyak bertebaran di pinggir jalan kota-kota besar. Salah satu pelaku usaha cakwe adalah Teddy Kusuma dengan bendera usahanya Cakwe Koe. Usaha ini didirikan Teddy pada 2009 di Sukabumi, Jawa Barat.

Saat ini, Cakwe Koe milik Teddy telah memiliki delapan gerai di Sukabumi. Tiga gerai di antaranya milik pusat dan sisanya milik mitra. Untuk melebarkan sayap bisnisnya, pada tahun 2010, Teddy mulai menawarkan paket kemitraan. Ada dua paket investasi kemitraan yang ditawarkan Teddy, yakni Rp 2,5 juta dan Rp 7,5 juta.

Perbedaan kedua paket hanya terletak pada fasilitas gerobak. Untuk paket investasi Rp 7,5 juta, mitra akan mendapatkan gerobak roda dengan ukuran 2 meter (m) x 1 m. Sementara pada paket Rp 2,5 juta mitra tidak dapat gerobak. Selebihnya sama. Mitra akan mendapatkan fasilitas stiker, banner, konsultasi usaha selama 1 tahun, pelatihan membuat adonan dan mendapatkan resep membuat Cakwe Koe.

Menurut Teddy, keunggulan kemitraan Cakwe Koe adalah bebas dari franchise fee dan royalty fee. Mitra juga tidak diwajibkan membeli bahan baku khusus dari pusat. Alasannya, adonan cakwe hanya bisa bertahan satu hari. Jadi, bahan baku cakwe juga bebas dari bahan pengawet. Untuk itu, mitra dibekali dengan pelatihan dan pembuatan resep.

Cakwe Koe menyediakan empat varian rasa cakwe, yakni burger, bolognes, nanas dan original. Untuk rasa bolognes dan nanas, dibandrol Rp 5.000, burger Rp 8.000 dan rasa original Rp 12.000 per porsi. "Rasa, original yang paling disukai pelanggan," kata Teddy.

Dia mengklaim, setiap gerai Cakwe Koe bisa meraup omzet Rp 6 juta per bulan. Untuk bisa memenuhi omzet sebesar itu, mitra harus menjual sebanyak 8 kilogram cakwe per hari.

Jika dapat memenuhi target dan omzet sebesar ini, mitra diperkirakan dapat balik modal dalam jangka waktu tiga bulan. (kntn/mg)

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...