23 November 2017

Mengenal Monkey Business

KONFRONTASI - Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan. 

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa.   Pendudukpun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu. 

Kemudian si Orang Kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50,000,- . Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya 
monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.. 

Maka si Orang Kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 100,000 per ekor. Tentu saja hal ini 
memberi semangat dan "angin segar" bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani. 

Karena monyet kini telah langka, si Orang kaya kembali menaikkan harga pembelian monyet hingga Rp 150,000,- / ekornya. Tentunya monyet menjadi sangat langka dan sangat sulit dicari. 

Setelah monyet tidak dapat lagi diperoleh si Orang Kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp 500,000,- per ekor! 

Namun, karena si Orang Kaya harus pergi ke luar negeri karena urusan bisnis, Asistennya akan menggantikan sementara si Orang kaya tidak ada di tempat. 

Dengan tidak adanya si Orang Kaya, si Asisten  berkata berbisik pada penduduk desa: "Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang 
dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350,000,- / ekor. Nanti setelah si Orang 
Kaya kembali, maka kalian bisa menjualnya ke si Orang Kaya dengan harga Rp 500,000,- 

Bagaimana...?" 

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan membeli semua monyet yang ada di kurungan. 

Namun... 
Kemudian... Mereka tak pernah lagi melihat si Orang Kaya maupun si Asistennya di desa tersebut. 

Selamat datang di Wall Street..! 

Inilah yang dikatakan orang "Monkey Bussiness"! 

Hati-hati Sahabat....... jangan terjebak "Monkey Business"... 

Seperti ikan Arwana,
Seperti ikan Lohan, 
Seperti batu Akik,
Seperti bunga gelombang cinta,
Seperti burung love bird .. dan banyak lagi yg lain.. 

Strategi seperti ini biasanya di lengkapi juga dengan propaganda bisnis yang luar biasa dengan cara pameran2 dan event2 besar dengan harga2 yang menggiurkan sehingga masyarakat banyak yang tertarik untuk ikut bermain di dalamnya padahal di event2 itu aktornya adalah para orang2 kapitalis yang bersandiwara untuk memikat masyarakat banyak.

Seperti sebagian barang barang yang kita beli, yg kenyataanya kita tidak membutuhkan nya......

Anda termasuk mana? Si Orang Kaya (Pengusaha) atau Penduduk Desa? Pilihlah dengan Bijaksana.[***]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...