26 May 2018

Mencicipi Bisnis Otak-otak

Konfrontasi - Camilan otak-otak ikan punya banyak penggemar di Indonesia. Rasanya yang gurih membuat makanan disukai banyak orang. Lantaran pasarnya besar, banyak orang melirik usaha makanan ini. Beberapa juga ada yang menawarkan kemitraan usaha. Salah satunya adalah Dedi Ito yang mengusung brand De'ota di Sunter, Jakarta.

Pria yang akrab disapa dengan Dedi ini mulai berbisnis otak-otak ikan sejak tahun 2012. Untuk mengembangkan usahanya, ia resmi menawarkan kemitraan sejak awal tahun ini. Lantaran baru, saat ini, belum ada mitra yang bergabung. "Tapi kalau yang berminat, banyak," katanya.

Dedi akan membatasi lokasi mitra karena masa konsumsi otak-otaknya tidak bisa tahan lama. Makanya, ia fokus menjaring mitra di Jabodetabek. Dedi mengklaim, otak-otak ikan bikinannya berbeda dengan otak-otak lainnya.

De'ota adalah otak-otak ikan yang dibungkus memakai daun kelapa, dengan bahan baku ikan tengiri asli, ikan cumi, dan 10 macam jenis bumbu rempah-rempah yang membuat citarasanya semakin gurih. Selain itu, warna otak-otak juga agak kekuningan dan dinikmati tanpa bumbu kacang.

Dalam kemitraan ini, Dedi menawarkan paket investasi sebesar Rp 1 juta. Fasilitasnya terdiri dari satu buah meja kecil, dua susun alat panggang gas khusus otak-otak, spanduk/banner, dan gas elpiji 3 kg.

Mitra harus membeli bahan baku ke pusat seharga Rp 3.500 per piece. Sementara mitra bisa menjual ke konsumen seharga Rp 5.000 per piece. Dedi mengestimasikan, mitra bisa menjual minimal 20 porsi per hari. Setiap porsi berisi lima potong otak-otak ikan.

Dengan harga jual per porsi sebesar Rp 25.000, mitra bisa mengantongi omzet sekitar Rp 500.000 per hari atau Rp 15 juta per bulan. Dengan laba sekitar 30%, mitra diharapkan bisa balik modal dalam satu bulan sampai dua bulan.

Balik modalnya bisa cepat karena kemitraan ini tidak memungut royalty fee atau pun franchise fee. Masa kerja samanya juga berlaku untuk selamanya. Menurut Dedi, pencapaian target itu sangat ditentukan lokasi berjualan.

Makanya, mitra harus memilih lokasi berjualan tempat-tempat strategis. Dedi menargetkan, tahun ini bisa menjaring 10 mitra di Jabodetabek. (kntn)

Category: 
Loading...