21 November 2017

Kuliner: E-Comerce Khusus Kuliner Racikan Insinyur Muda Lulusan AS

Membangun sebuah startup, terutama di bidang kuliner, mungkin bukan impian utama Anthony Gunawan. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 33 tahun silam ini sebenarnya baru setahun pulang ke Indonesia bersama istri tercinta.

Sebelumnya, Anthony menghabiskan 12 tahun hidup di negeri Paman Sam untuk menimba ilmu S1 dan S2, serta bekerja di bidang teknologi informasi, terutama sebagai programmer.

Sepulangnya ke Indonesia pada 2016 lalu, Anthony dan sang istri sering kesusahan untuk mencari kuliner khas Indonesia. Sebab yang ada, hanya aplikasi kuliner hanya berupa direktori, kalaupun ada yang melayani pembelian, itu juga sifatnya lokal.

"Karena hal itu, kami pun memberanikan diri membangun Wakuliner, sebagai marketplace e-commerce khusus kuliner pertama di Indonesia," kata Anthony kepada media, Rabu (9/8/2017).

(Baca: Mochtar Riady: Ini 4 Syarat Penting Pengembangan e-Commerce)

Jadi, Wakuliner ini tidak beda dengan e-commerce lain yang menampilkan toko-toko online di dalamnya (pelapak), namun, toko-toko tersebut hanya menjual khusus makanan saja.

"Untuk membangun Wakuliner, semua dari dana pribadi. Kami sudah menggelontorkan sekitar Rp 2 miliar," kata Anthony yang masih kental dengan logat khas Jawa Timurnya ini.

Sekadar informasi, Wakuliner ini sudah berdiri sejak Januari 2016, namun tanpa ada marketing khusus untuk mendorong pertumbuhan merchant dan pengguna.

Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play untuk smartphone dengan sistem operasi Android dan iOS.

Hingga 2017, jumlah pengguna aktif sekitar 7.000 pengguna, sementara jumlah merchant mencapai 3.600 merchant di 60 kota di Indonesia.

Hingga akhir tahun, jumlah merchant ditargetkan mencapai 10.000 merchant dengan jumlah pengguna aktif mencapai 50.000 pengguna.

Lantas, apa keunggulan Wakuliner dibanding layanan pesan makanan yang ada di aplikasi lain?

Anthony mengatakan, Wakuliner membuka peluang bagi masyarakat membuka toko kuliner dengan mudah. Misal saja syaratnya yakni ada logo tokonya, ada rekening bank, serta ada foto menu.  

Selain itu, juga diutamakan memiliki kurir. Jika belum, bisa menggunakan pihak ketiga, dengan estimasi biaya kirim dicantumkan dan menjadi tanggungan pembeli.

Wakuliner mengutamakan kecepatan untuk penyampaian barang, terutama bagi merchant yang sudah memiliki kurir sendiri.

Selain itu, jangkauannya juga di seluruh Indonesia, dengan sistem pembayaran menggunakan payment gateway terkemuka, serta menggunakan call center yang aktif 365 hari.

"Call center akan menghubungi pelanggan jika menu habis atau ada masalah pesanan lain sehingga pelanggan tidak menunggu lama," kata Anthony.

Kelebihan lain, pemilik toko yang hanya ingin buka di hari-hari tertentu juga bisa membuka lapaknya di Wakuliner. "Misal karyawan yang hanya melayani pesanan di akhir pekan," katanya.

Dengan berkembangnya e-commerce di Indonesia, apa tantangan ke depan bagi Wakuliner?

Menurut Anthony, ke depan pihaknya akan mengembangkan layanan kurir untuk merchant yang tidak memiliki kurir. Juga, akan mengembangkan layanan katering.

"Tantangan lain yang kami hadapi adalah biaya. Banyak orang cari free ongkir dan harga makanan murah dibanding rasa makanan atau pelayanannya," kata dia. (KCM)

 

 
Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...