17 September 2019

Kebanyakan Orang Indonesia Ingin Punya Usaha, Lalu Apa Masalahnya?

KONFRONTASI -  Hampir semua orang Indonesia ingin memiliki usaha sendiri atau menjadi pengusaha. Hal itu terungkap dari ‘Survei Kewirausahaan 2019’ (The Asia Pacific Entrepreneurship Insights Survey 2019), yang dilakukan di sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.

Survei yang dilakukan Herbalife Nutrition itu berlangsung dalam rentang Mei hingga awal Agustus lalu. Ada sembilan negara di Asia Pasifik yang disurvei, yaitu Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand.


“Keinginan untuk menjadi wirausaha di Indonesia menjadi terkuat dibanding negara lain di Asia Pasifik. Mayoritas responden Indonesia (96 persen) mengaku memiliki mimpi untuk mulai membuka usaha sendiri,” kata Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition, Andam Dewi, melalui pernyataan resmi, Kamis (15/8).
Di bawah Indonesia, keinginan menjadi wirausaha terbesar diungkapkan oleh warga Filipina (92 persen), Thailand (89 persen), dan Malaysia (86 persen). Sedangkan rata-rata di kawasan Asia Pasifik mengungkapkan, tujuh dari 10 orang atau 71 persen responden, bercita-cita untuk memiliki bisnis sendiri.
Andam menilai tingginya semangat untuk berwirausaha di kalangan masyarakat Indonesia cukup menggembirakan. Tapi masih banyak anggapan, memulai bisnis sendiri adalah hal yang sangat menakutkan bagi sebagian orang.
Survei ini menghadirkan temuan-temuan yang dapat menjadi wawasan baru tentang persepsi dan sikap dalam memulai berwirausaha.


Mengandalkan Intuisi


Saat ditanya kapan untuk memulai berwirausaha, mayoritas responden di Indonesia (64 persen) menyebutkan mengikuti intuisi mereka untuk menentukan kapan memulai berwirausaha. Dan apabila mereka membuka usaha, sebanyak 52 persen responden Indonesia lebih dimotivasi oleh keinginan untuk menyalurkan passion, sekaligus menambah pendapatan.

Mayoritas (94 persen) responden di Indonesia juga merasa berwirausaha akan mendatangkan kebahagiaan lebih besar bagi mereka dibanding bekerja kepada orang lain.
Dan yang menggelitik, berdasarkan temuan survei, 71 persen di antara mereka yang berkeinginan atau telah memiliki bisnis sendiri, bermimpi akan datang suatu hari di mana mereka dapat menghadap sang bos dan mengajukan surat pengunduran diri.
Responden juga menilai, dengan menjadi pengusaha memiliki sejumlah keuntungan. Seperti fleksibilitas jam kerja (75 persen), berkesempatan untuk menambah pendapatan (69 persen), menjadi bos atas diri sendiri (56 persen), memiliki kepuasan dalam melakukan pekerjaan (53 persen)

Pada sisi lain, dari survei ini juga terungkap hampir 7 dari 10 responden beranggapan bahwa dirinya tidak pernah memiliki kesempatan untuk memulai bisnis sendiri. Sebanyak 81 persen responden menyatakan bingung dengan banyaknya prospek bisnis yang potensial untuk dilakukan.
 
 
Masalah Permodalan
 
 

Ilustrasi memberikan pinjaman uang Foto: Shutterstock

Saat ditanya apa yang menjadi alasan utama untuk tidak memulai wirausaha, mayoritas responden (76 persen) menyatakan bahwa permodalan menjadi faktor pertimbangan utama.
 
Sedangkan 44 persen responden juga menganggap minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan dan pasar, menjadi hambatan dalam memulai bisnisnya sendiri.
 
 
Meski mengetahui hambatan yang umum yang mungkin akan dihadapi saat memulai usaha sendiri, 9 dari 10 (88 persen) responden Indonesia memilih untuk menggunakan uang sendiri sebagai modal awal jadi pengusaha.
 
“Dari hasil survei tersebut kita dapat mengetahui dan mengamati bahwa responden di Indonesia akan berpikir matang untuk memulai bisnis baru. Tak hanya potensi penghasilan yang jelas, tapi juga perlu memikirkan biaya awal termasuk sumber dan besarannya,” ujar Andam. (Jft/Kumparan)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32