21 November 2017

Jadi Gembul Dengan Bisnis Bakpao

Konfrontasi - Bakpao merupakan makanan tradisional dari China. Di Indonesia umumnya bakpao hanya berisi daging, cokelat atau kacang hijau. Namun bakpao besutan Keni Shiboura memiliki keunikan tersendiri. Lewat bendera usaha Pop Pao, dia menawarkan bakpao isi aneka rasa serta warna dan penampakan bakpao yang unik.

Usaha yang dijalankan sejak tahun 2012 ini menawarkan 13 macam rasa diantaranya ayam kecap, ayam teriyaki, ayam rendang, durian, keju manis, telur asin, srikaya, talas, ovomaltine, dan kacang merah. Bentuk pun lucu, ada karakter seperti kura-kura, panda, kelinci dengan warna-warni yang enak dilihat mata.

Dia sudah memiliki lima gerai. Sejak tahun ini, Keni mulai menawarkan kemitraan usaha. Sudah ada tiga gerai milik mitra yang tersebar di Jabodetabek. Jika ingin bergabung, paket investasi yang ditawarkan senilai Rp 85 juta. Mitra akan mendapatkan fasilitas peralatan usaha lengkap seperti freezer, mesin kasir, kompor, display, seragam karyawan, dan bahan baku awal sebanyak 200 bakpao. Nilai tersebut belum termasuk pengadaan booth dan sewa tempat.

Kerjasama berlaku untuk setahun. Setelah itu, mitra harus membayar biaya perpanjangan seharga Rp 1 juta per tahun. Namun tidak ada biaya royalti. Hanya saja, mitra usaha wajib membeli bahan baku dari induk usaha berupa bakpao sudah jadi dengan harga Rp 3.250 per buah dan Rp 8.000 per buah untuk rasa ovomaltine.

Mitra bisa menjual bakpao seharga Rp 7.000 per buah dan Rp 11.000 untuk bakpao rasa ovomaltine. "Estimasinya, omzet di satu gerai berkisar Rp 40 juta−Rp 60 juta per bulan dengan target penjualan 4.000 buah−Rp 5.000 buah per bulan," kata dia.

Setelah dikurangi biaya pembelian produk, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, laba bersih yang bisa diraih sekitar 25%. Sehingga, target balik modal diharapkan bisa kurang dari setahun.

Keni menyarankan lokasi usaha berada di mal yang segmentasinya adalah keluarga. Luas tempat usaha cukup 2 m x 2 m dengan dua orang karyawan. Targetnya sepanjang 2015 ada penambahan lima mitra anyar sepanjang tahun ini.

Khoirussalim Ikhsan, pengamat waralaba dari Entreprenur College berpendapat, nilai investasi sebesar itu cukup tinggi untuk ukuran tempat berupa booth. Namun untuk sistem kerjasama lainnya cukup masuk akal. Calon mitra hanya harus mencermati laporan keuangan gerai induk usaha sebelum memutuskan bergabung.

Selain itu induk usaha baiknya memberi dukungan manajemen maupun promosi agar tujuan bersama untuk mendapatkan keuntungan bisa tercapai.

Namun di luar itu, Khoirusalim mengatakan, peluang bisnis makanan bakpao masih cukup bagus. Apalagi jika tempat usaha berada di lokasi yang banyak etnis Tionghoa. (kntn/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...