24 January 2018

Edi Raup Omzet Rp60 Juta Per Bulan dari Budi Daya Jamur Tiram

KONFRONTASI-Wira usaha jamur tiram nampaknya cukup menjanjikan. Salah satu yang menggeluti usaha ini adalah Edi Gunawan. Dia termasuk pengusaha jamur tiram di Jambi yang sukses.

Berawal dari kelangkaan jamur tiram dan nilai jual yang tinggi di Jambi, Edi Gunawan memberanikan diri untuk mulai membudidaya tanaman tersebut.

Awalnya kecil-kecilan. Kini, omzet dalam sebulan mencapai puluhan juta.

Dilaporkan Jambi Ekspres, Edi membangun usahanya di kediamannya di Jalan Lingkar Barat, RT 07, Kelurahan Bagan Bete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Di areal rumahnya dan lahan yang diperkirakan seluas 7 tumbuk, dia membangun usaha pembibitan dan budi daya jamur tiram.

Mulai dari Sterilisasi Baglog (tempat bibit), ruang inuklasi (pengisian bibit), ruang inkubasi (tempat menyimpan bibit) dan ruang (kumbung) tempat budi daya. Prosesnya sampai siap panen antara 40-50 hari.

Di depan kumbung yang terbuat dari kayu, ayah tiga anak ini bercerita, dirinya menggeluti budi daya jamur tiram sejak 2009. Namun, fokus mulai 2010, dengan berhenti bekerja sebagai suplier pupuk sawit.

Awalnya, pria yang biasa disapa Edi Jamur, ini mengikuti pelatihan. Selanjutnya, mencari informasi di internet dan teman-temannya.

"Waktu itu masih langka. Harganya mencapai Rp 18 ribu. Sedangkan di Jawa Rp 10 ribu. Di situ saya tertarik," ujar pria 41 tahun ini.

Awalnya, dia hanya budidaya dengan modal sekitar Rp 15 juta. Saat itu hanya 2.000-3.000 baglog. Setelah 6 bulan, pria kelahiran 15 Februari 1976 ini memulai untuk pembuatan bibit jamur tiram.

Usahanya terus berkembang. Kini, dia sudah memiliki tiga kumbung yang bisa memuat ribuan baglog.

Setiap hari, dia memanen 40-50 Kg jamur tiram. Dari pembuatan bibit dalam sebulan dia mampu menjual sekitar 15 sampai 20 ribu baglog.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...