17 September 2019

Cocol Untung dari Bisnis Siomay

Konfrontasi - Siapa yag tak kenal dengan siomay, salah satu camilan asli asal Bandung ini sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Olahan ikan tenggiri yang disantap dengan tambahan sayuran serta telur yang siraman kuah kacang ini diminati berbagai kalangan dan umur mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Itu sebabnya, sistem penjualannya pun beragam, mulai dari gerobakan hingga di gerai dalam mall.

Salah satu pelaku usaha kuliner yang menjajakan siomay sebagai menu utama adalah Bhakti Alamsyah di Depok, Jawa Barat. Lewat bendera usaha Rumah Siomay Mang Jaja dia mulai menjalankan usaha ini sejak tahun 2009. Agar usahanya cepat berkembang, Bhakti menawarkan kemitraan usaha pada saat yang sama.

Gerai siomay bernama Rumah Siomay Mang Jaja asal Depok menawarkan dua paket kemitraan usaha. Yakni Rp 20 juta dan Rp 150 juta. Mitra akan mendapatkan fasilitas perlengkapan usaha hingga bahan baku awal. Targetnya, mitra bisa balik modal dalam setahun.

Saat ini sudah ada 12 gerai milik mitra yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Lampung, Banjarmasin dan Makassar. Dia mengaku, kelebihan produknya adalah menu utama yang menggunakan ikan tengiri asli. Selain itu, merek yang tergabung dalam grup Best Brand miliknya memiliki manajemen yang sudah tertata rapi.  

Jika ingin menjajal usaha ini, ada dua paket yang ditawarkan. Yakni tipe gerobak senilai Rp 20 juta dan tipe ruko senilai Rp 150 juta. Paket-paket ini akan mendapatkan fasilitas booth, bahan baku awal, peralatan promosi, perlengkapan memasak dan usaha. Perbedaannya, untuk tipe ruko akan mendapatkan fasilitas perlengkapan usaha yang lebih lengkap dan lebih banyak karena ruangan usaha yang lebih luas.

Balik modal setahun

Pusat mengenakan biaya royalti sebesar 5% per bulan. Mitra juga wajib mengambil bahan baku utama seperti segala jenis siomay, bakso tahu, kentang, kol dan lainnya. Harga jual menu mulai dari Rp 10.000 sampai dengan Rp 20.000 per porsi.

Dia menargetkan, satu gerai bisa kedatangan 50 pengunjung hingga 200 pengujung per hari per hari. Sehingga estimasi omzet di gerai tipe ruko sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta per hari, tergantung lokasi usaha. Sehingga, target omzet per bulan berkisar Rp 45 juta hingga Rp 90 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya, mitra usaha masih bisa meraup laba bersih sekitar 30% dari omzet per bulan. "Sehingga target balik modal sekitar 12 bulan," katanya.

Syarat ruangan usaha untuk tipe ruko minimal 50 meter persegi (m²). Jumlah pegawai yang dibutuhkan sekitar tiga sampai lima orang.

Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), bilang, jika hanya menjual menu siomay, usaha ini harus membuktikan bisa bertahan. Saran Anang, manajemen menambah variasi produk dalam gerainya sehingga konsumen memiliki pilihan lebih banyak. Selain itu, tambahkan pula jasa pengantaran atau delivery untuk menambah profit.

Itu baru konsep yang ideal dan sudah banyak juga diterapkan. Paling tidak dua sistem ini harus diusahakan oleh pusat. (kntn/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...