24 October 2019

Waduh, Ekspansi Pelindo I Sampai IV Ditopang Oleh Utang

KONFRONTASI -  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat ekspansi BUMN kepelabuhan dalam kurun waktu lima tahun terakhir ditopang oleh utang. Jumlah utang PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) dalam lima tahun terakhir rata-rata naik 69% (CAGR).

Deputi Menteri BUMN Bidang Konstruksi & Sarana Perhubungan Ahmad Bambang mengatakan jumlah utang empat BUMN kepelabuhan pada 2017 diperkirakan mencapai Rp37,45 triliun.

"Utangnya memang naik, pada 2013 hanya Rp4,61 triliun," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (22/1/2018) malam.

Bambang memaparkan jumlah utang BUMN kepelabuhan melesat pada 2014-2015. Pada 2014, jumlah utang BUMN kepelabuhan mencapai Rp16,67 triliun atau hampir empat kali lipat dari posisi 2013. Posisi utang pada 2014 itu kemudian naik dua kali lipat menjadi Rp33,9 triliun.

Dalam catatan Bisnis.com, selama 2014-2015, Pelindo II dan Pelindo III memang menerbitkan surat utang global dalam denominasi valas atau global. Pelindo III menerbitkan global bond sebesar US$500 juta pada 2014, sedangkan Pelindo II menyusul setahun berselang dengan nilai emisi US$1,5 miliar.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya menuturkan utang yang diraih dari penerbitan global akan digunakan untuk pengembangan usaha, terutama untuk mendanai proyek pelabuhan baru. Beberapa proyek besar yang tengah digarap yakni proyek Pelabuhan Kalibaru atau New Priok, Pelabuhan Kijing, Pelabuhan Sorong, dan kanal Cikarang Bekasi Laut.

Elvyn menyatakan kondisi keuangan perseroan terbilang solid sehingga perseroan siap membayar obligasi yang jatuh tempo pada 2025.

"Kami bisa melunasi [obligasi] dari arus kas operasional karena per tahun EBITDA [laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi] kami Rp3,5 triliun," ujarnya.

Walhasil, secara kumulatif, EBITDA Pelindo II hingga 2025 bakal mencapai Rp28 triliun atau melampaui kewajiban obligasi jatuh tempo yang setara dengan Rp21 triliun.(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...