9 December 2019

Untuk Warga Terisolir di Babel PLN Siapkan Rp17 Miliar Guna Salurkan Listrik

KONFRONTASI -  PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyiapkan Rp17 miliar untuk menyalurkan listrik bagi 1.443 kepala keluarga di tempat terisolir di Bangka Belitung.

General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia mengatakan secara rasio elektrifikasi, Bangka Belitung telah mencapai 100% meskipun biaya pokok pembangkitan (BPP) dan harga jual listrik tergolong tinggi. Di sisi lain, masih ada warga di beberapa pulau minim penghuni yang belum menikmati listrik.

Hal itu, dikarenakan investasi yang dikeluarkan perseroan untuk bisa menyambungkan listrik tergolong besar yakni sekira Rp10 juta per sambungan. Pada 2018, pihaknya menyiapkan Rp17 miliar untuk menyambung listrik bagi 1.443 kepala keluarga (KK). Pada tahun ini, pihaknya mengalokasikan Rp16 miliar untuk memberikan akses listrik kepada 1.789 KK.

“Sekarang kita sedang siap siap untuk pekerjaan di 2018. Naiknya sedikit tapi lebih jauh, sekitar Rp17 miliar,” ujarnya dalam workshop, Kamis (14/12/2017) malam.

Dari data PLN, BPP di Babel sebesar Rp2.848 per kilowatt hour (kWh) untuk 2018. Hal itu, lebih tinggi daripada BPP pada jaringan Sumatra yakni sebesar Rp1.207 per kWh. Alasannya, Babel terpisah dari sistem kelistrikan di Sumatra.

Kebutuhan pasokan listrik di Bangka Belitung ditopang 60% pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Sisanya, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar 30% dan lainnya yakni beberapa varian energi baru terbarukan seperti tenaga surya dan biogas.

Nantinya, pihaknya akan mengganti PLTD yang menggunakan bahan bakar minyak dengan pasokan listrik dari jaringan Sumatra yang ditopang oleh PLTU sehingga bisa menekan BPP di Bangka Bekitung.

“Kalau tadi 2.800 maka energi termahal adalah menggunakan HSD (high speed diesel). Padahal 60%lebih menggunakan HSD. Nanti yang HSD di-substitute dari batu bara,” katanya.(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...