24 August 2019

Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Oleh-oleh Terdampak

KONFRONTASI-Harga tiket pesawat yang mahal memberikan dampak negatif bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya penyedia oleh-oleh, di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Sepinya masyarakat yang bepergian berdampak pada permintaan. Pemilik Abon Kepiting Ansori mengatakan, usaha yang dia jalankan sepi pembeli sejak awal tahun lalu.

“Sekarang penumpang yang berangkat dari Balikpapan sepi. Lihat saja di bandara aktivitasnya mulai menurun akibat sepi penumpang,” ungkapnya, Selasa (21/5).

Sejak awal tahun ini tiket memang mahal dan membuat banyak masyarakat mengurangi aktivitasnya ke luar kota. Akibatnya yang membeli oleh-oleh juga sepi.

“Penurunan yang kami rasakan lebih dari 20 persen,” ucapnya.

Permintaan di beberapa outlet di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan saja berkurang.

Biasanya bisa tiga sampai empat kali pengambilan dalam satu bulan. Sekarang hanya satu kali atau bahkan tidak ada karena stok lama belum habis.

“Saya masih melihat nanti sebelum Lebaran, biasanya H-7 mulai banyak permintaan. Setelah Lebaran juga cukup banyak,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sepinya permintaan bukan semata-mata karena mahalnya harga tiket.

Penurunan penumpang dari Balikpapan juga karena mulai beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda.

“Kami akui permintaan dari Samarinda lebih tinggi. Saya juga mulai melakukan penjualan di Samarinda. Ada toko yang sudah saya bangun di Samarinda,” terangnya.

Owner Peyek Kepiting Kampoeng Timoer Filsa juga mengakui sepinya bandara Balikpapan memengaruhi pendapatan usahanya.

Dia menyebutkan, penurunan pendapatan dan penjualan yang dicatatkan hingga 50 persen.

Di sisi lain, dirinya tidak bisa menaikkan harga jual. Sebab, daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya membaik.

“Harga saya naikkan, konsumen saya bisa teriak,” ujarnya.

Selain itu, bagasi berbayar memberikan imbas. Masyarakat yang membeli oleh-oleh volumenya berkurang.

Masyarakat yang biasanya mebeli dua kotak besar sekarang hanya satu paper bag.

Dia berharap pemerintah bisa merumuskan kebijakan terkait polemik transportasi udara itu.[mr/jpnn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...