24 May 2017

Syarat Dirjen Pajak Harus Jelas, Tim Pansel harus tegas dan disiplin, tegas Fuad Bawazier

JAKARTA- Mantan menkeu/Dirjen Pajak Fuad bawazier mengatakan Dari 28 nama awal yang mendaftar sebagai Dirjen pajak, Panitia Seleksi (Pansel) sudah menetapkan 11 nama untuk mengikuti proses selanjutnya. Namun di tengah perjalanan tim pansel dikabarkan memasukkan nama salah satu calon yang sebelumnya tidak lulus dalam tes pembuatan makalah.

Fuad menyatakan tidak bisa nama calon menyusul saat sudah ada 11 yang nama yang diusulkan sebelumnya. "Tidak seperti itu, tidak disiplin namanya pansel," ujar Fuad di Jakarta, Senin (8/12/2014)

Ia menjelaskan, harusnya pansel bisa tegas dan disiplin dengan terus melaksanakan seleksi terhadap 11 calon yang sudah lolos proses tahap selanjutnya dan nukan malah menambah satu calon lagi di tengah proses.

Sementara itu Wakil Menteri Keuangan yang juga sebagai Ketua Pansel Mardiasmo membantah tegas adanya nama lain selain 11 calon dirjen pajak yang sudah ditetapkan. Ia menegaskan pansel hanya meluluskan 11 nama yang sudah disebut sebelumnya.

"Tidak ada nama lain, bisa di cek nama-namanya," ujar Mardiasmo.

Ia menjelaskan pansel saat ini fokus dan serius melakukan tes selanjutnya kepada 11 nama. Ia juga mengatakan ada empat tahap lagi bagi calon dirjen pajak.

"Tes asessment, tes kesehatan, tes uji publik dan yang terakhir track record para calon. Untuk track record kami sudah berkoordinasi dengan Inspektorat dan PPATK," papar dia

SYARAT DIRJEN PAJAK

Sejumlah pengamat menyatakan sosok ideal direktur jenderal (dirjen) pajak harus memiliki integritas tinggi, jiwa kepemimpinan dan pendidikan memadai. Sehingga, ia memiliki kompetensi dalam menentukan kebijakan perpajakan dan berani memberantas mafia pajak.

Pengamat pajak dari Perkumpulan Prakarsa Wiko Saputra misalnya, mengatakan tiga kriteria sosok ideal dirjen pajak yakni memiliki integritas, kompetensi dan mempunyai visi yang terukur dan jelas. "Kita mencari sosok yang berintegritas tinggi agar mampu memberantas mafia pajak dan memperbaiki sistem pajak secara progresif," kata Wiko Saputra dalam diskusi Uneg-uneg Politik Anda di Jakarta, Minggu (24/11).

Integritas calon itu, katanya, dapat dinilai dari beberapa cara seperti rekam jejak masing-masing calon terhadap prestasi dan karir pekerjaan yang dicapai.

Selain itu, calon dirjen pajak harus terbuka terkait harta kekayaannya sehingga dapat disesuaikan antara pendapatan dan jabatan yang dipegang sebelumnya.

Ia mengatakan ada empat sektor rawan penghindaran dan pengemplangan pajak yaitu pertambangan, perkebunan atau kehutanan, properti dan jasa keuangan.

Wiko mengatakan hanya 500.000 perusahaan yang melaporkan pembayaran pajak dari total lima juta perusahaan yang ada di Indonesia. Ia mengatakan rasio pajak sebesar 12,3 persen setiap tahunnya cenderung stagnan ataupun turun, dimana sektor perpajakan menyumbang 78 persen terhadap penerimaan negara.

Sementara ekonom dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Mangasa A Sipahutar mengatakan seorang Dirjen Pajak harus memiliki pendidikan di atas rata-rata pegawai di lembaga itu sebagai modal kepemimpinan. "Kepemimpinan bisa diperoleh kalau dia berpendidikan di atas rata-rata dari pegawai Direktorat Jenderal Pajak untuk punya 'power' lebih tinggi," kata Mangasa A Sipahutar.

Ia mengatakan penting bagi seorang dirjen pajak memahami substansi perekonomian sehingga bisa menentukan kebijakan pajak yang sesuai pada setiap periode pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sedangkan Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Imron Rosyidhi mengatakan calon dirjen pajak harus memiliki sejumlah kriteria antara lain percaya diri, mau bekerja sama, pintar atau kompeten di bidang perpajakan, tepat dan cepat dalam mengkaji suatu permasalahan dan mengambil keputusan. "Dia (calon dirjen pajak) garus mempunyai wawasan ekonomi dan kredibilitas bagus, berani mengambil keputusan cepat, tepat dan adil," katanya.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang P Brodjonegoro mengharapkan direktur jenderal pajak yang terpilih melalui seleksi jabatan bisa memenuhi target penerimaan pajak, agar pemerintah dapat merealisasikan berbagai program pembangunan. "Saya ingin memilih dirjen yang bisa membantu saya mencapai target, mudah-mudahan seleksi terbuka ini bisa membantu," katanya. (Ant)

Category: 

loading...


News Feed

Loading...