14 November 2019

Stok AS & Langkah Arab Saudi Membuat Harga Minyak Melorot

KONFRONTASI -   Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan terbesar dalam hampir tiga pekan pada perdagangan Kamis (5/7/2018), menyusul kenaikan mengejutkan stok Amerika serta langkah Arab Saudi untuk mendinginkan reli minyak.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 turun US$1,20 dan berakhir di US$72,94 per barel di New York Mercantile Exchange, level penutupan terendah dalam sepekan. Harga minyak WTI tidak ditutup pada Rabu (4/7) karena libur Hari Kemerdekaan AS.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 turun 85 sen dan berakhir di US$77,39 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$6,76 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir dari Bloomberg, harga minyak turun 1,6% di New York menyusul laporan pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 1,25 juta barel pekan lalu seiring dengan naiknya impor dan turunnya ekspor.

Para analis dalam survei Bloomberg telah memperkirakan penurunan median sebesar 5 juta barel, karena persediaan biasanya menurun di tengah permintaan yang kuat dari para penyuling.

Pada saat yang sama, Saudi Arabian Oil Co. menurunkan harga Agustus untuk sebagian besar nilai minyak mentah di Asia dan Eropa serta memangkas semua di AS, sehari setelah Trump meminta OPEC untuk mengurangi harga dalam cuitannya di Twitter.

Arab Saudi juga dikabarkan telah meningkatkan produksi harian sekitar setengah juta barel pada bulan Juni.

“Pasar mengharapkan ekspor lebih tinggi dan impor lebih rendah, tetapi kita mendapat sebaliknya,” kata Rob Thummel, managing director di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.

Di AS, impor minyak mentah naik ke level tertinggi sejak Februari 2017, dengan minyak mentah yang berasal dari Kanada mencapai rekor tertinggi. Di sisi lain, ekspor minyak mentah mengalami penurunan terbesar sejak pertengahan Mei.

Energy Information Administration (EIA) juga melaporkan pemanfaatan kilang bergerak lebih rendah untuk pertama kalinya sejak awal Mei. Sementara itu, pasokan bensin menurun dan stok minyak sulingan naik.

Selain memangkas harga, Arab Saudi mengatakan kepada OPEC bahwa negera itu telah memompa sekitar 10,5 juta barel minyak mentah per hari bulan lalu, seiring upayanya untuk membatasi kenaikan harga dengan meningkatkan output, menurut sumber terkait. Angka itu akan mewakili peningkatan sekitar 500.000 barel per hari dari bulan Mei.

“Ketika OPEC dan sekutunya menerapkan kesepakatan baru mereka, pasar akan harus melihat berapa banyak minyak yang Arab Saudi akan kirimkan ke pasar,” kata James Williams, pimpinan WTRG Economics. “Tapi, jelas akan ada kelebihan pasokan pada pertengahan hingga akhir September.”(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...