19 November 2019

Sektor Pariwisata Kekurangan Modal Investasi

Konfrontasi - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui pariwisata Indonesia membutuhkan banyak investasi. Khususnya pada kamar hotel, restoran, agen travel, taman rekreasi bahkan sampai operator diving. Hal ini menjadi kebutuhan vital bagi wisata Tanah Air untuk memajukan sektor wisata.

"Kalau kita lihat, kebutuhan itu banyak sekali. Paling banyak di hotel room. Oleh karena itu, Indonesia Tourism Investment Day (ITID) dibutuhkan untuk kemajuan pariwisata kita. Hampir seluruh investasi ini berjenis kamar hotel," katanya Menpar Arief Yahya pada penandatanganan MOU ITID 2014, di Jakarta, Kamis (11/12).

Pada event ITID 2014 ini dihadiri para investor, CEO Park Hotel Group, direktur pengembangan dalam dan luar negeri, developer umum, pengusaha dan operator hotel, pengembang dan pemda. Agenda ITID 2014 ini di antaranya one on one business meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah sebagai wadah memperkenalkan potensi investasi pariwisata di daerah secara intensif.

"Untuk pariwisata, saya kerja seminggu sudah kirim surat ke Menteri Perhubungan dan ke Menteri PU, 88 daftar kawasan pariwisata strategis di Indonesia. Bahwa investasi di pariwisata lebih baik dari manufaktur, termasuk otomotif," ujar Menpar Arief Yahya

Dikatakan, kalau pariwisata itu memberikan kontribusi kepegawaian paling tinggi, bahkan lebih dari otomotif. Ajakan investasi tidak hanya untuk investor, namun juga untuk instansi pemerintah sendiri.

Berdasarkan data, pariwisata Indonesia masih membutuhkan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran dan 10.000 agen travel. Selain itu, Indonesia juga butuh 300 taman rekreasi kelas internasional, 2.000 operator diving, 100 pelabuhan, dan berbagai fasilitas pariwisata lainnya.

Masih ada banyak peluang bagi para investor pada pariwisata Indonesia yang bertujuan mengembangkannya khususnya melalui sektor bisnis yang profesional. Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mendukung penandatanganan MoU tersebut. Ia berharap pariwisata Indonesia dapat semakin berkembang dan mendunia.

Berdasarkan data, komposisi jumlah wisatawan Indonesia mencapai 8,8 juta. Dengan pembangunan pariwisata, Menpar optimistis mampu mencapai target 20 juta di 2019, apalagi karena peluang-peluang yang dimiliki Indonesia seperti sumber daya alam, prioritas kepariwisataan, daya saing harga, sumber daya manusia, dan keselamatan, serta keamanan.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...