23 April 2019

Sejumlah Bank akan Gelar Aksi Penggalangan Dana Lewat Penerbitan Saham Baru

KONFRONTASI -  Tahun ini, sejumlah bank berencana menggelar aksi penggalangan dana lewat penerbitan saham baru berskema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

Dana hasil penerbitan rights issue itu, akan dipakai untuk meningkatkan modal dan menambah amunisi penyaluran kredit. Ambil misal, Bank Ina Perdana. Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan beberapa waktu lalu, emiten bersandi saham BINA ini menargetkan perolehan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Januari mendatang.

Rasio rights issue Bank Ina adalah 1.000 : 1.075, yang artinya setiap pemegang 1.000 saham Bank Ina, berhak membeli 1.075 saham rights issue. Dana yang diincar Bank Ina dalam rights issue kedua ini mencapai Rp 703,05 miliar.

Target ini dari rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 2,93 miliar saham baru di harga Rp 240 per saham. "Rencananya 15 Februari dana sudah bisa diperoleh," kata Edy Kuntardjo, Direktur Utama Bank Ina Perdana kepada KONTAN, Rabu (11/1).

Dengan tambahan dana sebesar Rp 703,05 miliar, ekuitas Bank Ina akan mencapai sekitar Rp 1,1 triliun dan naik kelas ke kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) II, dengan modal di atas Rp 1 triliun. Setelah naik ke BUKU II, Bank Ina akan fokus menggarap layanan berbasis teknologi Informasi alias digital banking.

Perkuat kredit

Senada, Direktur Kepatuhan Bank Yudha Bhakti, Lim Wardiman bilang, pihaknya menyiapkan rights issue dalam waktu dekat. "Rencananya Semester I 2017. Bank Yudha Bhakti mau naik pangkat ke BUKU II," kata Lim.

Komposisi pemodal bank ini dipegang PT Gozco Capital (39,90%), PT Asabri (35,22%), Inkop, Puskop dan Kopkar (13,56%) serta masyarakat (11,32%). Saat ini modal Bank Yudha sudah mencapai Rp 799 miliar.

"Tinggal Rp 300 miliar lagi supaya lewat batas minimal Rp 1 triliun," imbuh Lim. Sementara, Bank Bukopin menargetkan perolehan dana Rp 2 triliun-Rp 3 triliun dari rencana rights issue di semester I 2017.

"Kami cari partner dulu," tutur Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin.

Lewat rights issue, nantinya rasio kecukupan modal (CAR) Bank Bukopin bisa naik dari 15% saat ini menjadi 17%. Diproyeksikan tahun ini loan to deposit ratio (LDR) Bank Bukopin ada di level 88%–90%. "Kemarin agak ketat di posisi 93% per September 2016," kata Glen. (Juft/Kontan)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...