24 February 2020

Rupiah Terus Melemah, Habibie: Rakyat Harus Diperhatikan

KONFRONTASI-Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus mengalami penurunan sepanjang tahun ini. Bahkan, Bank Indonesia mencatat, pelemahan rupiah telah merosot sebanyak 15,87 persen secara year to date, sejak periode Januari sampai pertengahan September 2015.

Kondisi rupiah saat ini, turut mendapatkan perhatian khusus dari Presiden ketiga Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie. Menurut dia, pada era kepemimpinannya, Habibie lebih mengutamakan kesejahteraan rakyatnya dibandingkan kondisi dolar Amerika Serika yang semakin menguat.

"Waktu saya memimpin, bukan nilai dolarnya. Yang paling penting, lapangan pekerjaan disediakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk rakyat. Rakyat tidak boleh dibiarkan," ujar Habibie, saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta Pusat, Rabu malam, 23 September 2015

Habibie menuturkan, pelemahan nilai tukar ini memengaruhi sektor industri dalam negeri. Sehingga, memaksa sejumlah pengusaha untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai upaya untuk menekan biaya perusahaan. Bahkan, ada sebagian perusahaan yang gulung tikar imbas dari ekonomi dalam negeri.

"Saya bertemu dengan seorang ibu penjual minum, jam lima subuh. Dia di PHK. Kenapa bisa di PHK? Bukan karena dia jelek, tetapi perusahaan di mana dia kerja sudah bangkrut dan tidak bisa bertahan," kata dia.

Karena itu, Habibie meminta kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk tetap menjaga kesejahteraan rakyat. Menurut dia, saat ini, Indonesia tidak hanya berusaha untuk memulihkan kondisi rupiah, melainkan juga memberikan hak dan kewajiban yang pantas bagi rakyat.

"Dalam hal ini, kita harus konsolidasi. Yang kita hadapi ini, supaya rakyat Indonesia berhak untuk berkembang dan dapat lapangan kerja. Selain itu, pendidikan yang baik," ungkap dia.[mr/viva]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...