21 September 2019

Rupiah Terpuruk, Ekonomi Memburuk, Kondisi Indonesia Mirip Krisis 1998

KONFRONTASI-Terpuruknya nilai tukar dolar AS telah membuat kondisi ekonomi tak bergairah, ditambah lagi dengan kekeringan panjang saat ini, telah membuat kondisi Indonesia mirip saat mengalami krisis 1998.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ekonom Universitas Indonesia Yusuf Wibisono sebagaimana dilansir RMOL, Sabtu (1/8). "Ya, ada kemiripannya," ucap Yusuf.

Yusuf melihat, untuk sampai ke krisis seperti 1998, memang masih jauh. Tapi, tanda-tanda bahaya bagi kondisi ekonomi sudah sangat terlihat jelas. Tingginya nilai dolar, kenaikan BBM, kenaikan TDL, kenaikan gas elpiji, dan penurunan daya beli masyarakat telah membuat ekonomi nasional lampu kuning.

 Belum lagi ditambah dengan ancaman kekeringan panjang yang bisa berujung pada gagal panen dan krisis pangan.



"Kekeringan ini semakin membuat kita bahaya. Dengan kekeringan ini akan terjadi kenaikan harga pangan. Masyarakat kecil bahkan juga petani kita akan sangat terpukul. Sebab, selain produser, petani kita juga konsumen. Saat gagal penen mereka tidak punya penghasilan tapi mereka juga harus beli pangan mahal untuk kebutuhannya," jelasnya.

Sayangnya, kata Yusuf, tidak ada langkah sistematis yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi itu. Saat ini pemerintah hanya baru bisa bagi-bagi pompa air. Padahal, pompa itu tidak akan ada gunanya jika air di sungainya juga tidak ada.

"Belum ada langkah sistematis. Padahal, el nino ini kan sudah bisa diprediksi sejak jauh hari. Harusnya ada langkah-langkah konkret yang bisa meminimalkan gagal panen," jelasnya.[mr/jpn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...