20 November 2019

Rupiah Rabu Pagi Penguat Jadi Rp13.775

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (2/12) pagi, bergerak menguat sebesar lima poin menjadi Rp13.775 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.780 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, di Jakarta, Rabu, mengatakan, mata uang dolar AS bergerak melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah setelah manufaktur Amerika Serikat mengalami kontraksi pada bulan November tahun ini.

"Pelemahan manufaktur memicu aksi ambil untung para investor di pasar uang. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terkahir manufaktur AS mengalami kontraksi, indeks pembelian manajer dari Institute for Supply Management (ISM) sektor manufaktur AS turun menjadi 48,6 pada November dibandingkan bulan sebelumnya 50,1 pada Oktober," katanya.

Ia menambahkan, pelaku pasar uang juga masih cukup berhati-hati untuk mengakumulasi dolar AS hingga ada kepastian bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga pada 15-16 Desember 2015.

"Pelaku pasar cukup berhati-hati untuk menambah posisi dolar AS menjelang keputusan kenaikan suku bunga AS," katanya.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan, mata uang rupiah melanjutkan kenaikannya terhadap dolar AS menyusul data inflasi Indonesia yang relatif stabil cenderung rendah.

Diperkirakan, laju inflasi akan lebih rendah dari target Bank Indonesia yang sebesar empat persen plus minus satu persen pada akhir tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2015 sebesar 0,21 persen. Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-November 2015 tercatat mencapai 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 4,89 persen.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan rupiah masih cenderung terbatas seiring dengan semakin dekatnya rencana bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...