16 October 2019

Rupiah Pagi Menguat ke Posisi Rp 13.250/USD

KONFRONTASI-Pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2015), nilai tukar rupiah diperkirakan mampu beranjak dari zona degradasi. Pelemahan indeks dollar AS memberi kesempatan mata uang lain, termasuk rupiah, untuk menanjak.

Data keyakinan konsumen di AS terhadap perekonomian turun di Juni sehingga menambah tekanan ke indeks dollar AS yang kembali harus turun ke 94,8. Belum tercapainya kesepakatan Yunani untuk memperoleh kucuran dana bantuan keuangan lanjutan terlihat masih belum memengaruhi pasar.

Namun, kenaikan imbal hasil Bund Jerman masih menjadi pemicu kenaikan imbal hasil lain di dunia termasuk imbal hasil US Treasury yang tenor 10 tahun saat ini sudah mencapai 2,473 persen. Pagi ini ditunggu data penjualan ritel serta produksi industri Tiongkok yang diperkirakan membaik.  

Dollar AS melemah di perdagangan Asia terhadap mayoritas mata uang kemarin. Terhadap rupiah, dollar AS sempat melemah di pembukaan tetapi akhirnya ditutup menguat.

Di tengah permintaan dollar AS yang naik di Juni, menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, sentimen pelemahan tajam indeks dollar AS di pasar global tidak selalu berarti penguatan tajam rupiah.

Hingga saat ini rupiah telah melemah 7,5 persen semenjak awal tahun. Hari ini rupiah berpeluang menguat walaupun tidak signifikan melihat indeks dollar AS yang semakin turun serta sudah terbatasnya ruang pelemahan obligasi global termasuk juga SUN.

"Baiknya data Tiongkok pagi ini bisa menambah kekuatan pelemahan dollar AS di perdagangan Asia," demikian Riset Samuel Sekuritas Indonesia pagi ini.
 
Sementara itu pada awal perdagangan di pasar spot, rupiah berhasil menguat di bawah level 13.300. Mata uang Garuda ini dibuka naik ke posisi Rp 13.250 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada 13.315.[mr/kcm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...