25 November 2017

Rupiah Pagi Menguat 116 Poin

KONFRONTASI-Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 116 poin menjadi Rp13.039 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.155 per dolar AS.

"Dolar AS jatuh setelah bank sentral AS (the Fed) memberikan sinyal belum akan menenaikan suku bunga lebih cepat, sehingga memberikan momentum bagi mata uang utama dunia, termasuk rupiah bergerak menguat," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis.

Di luar dugaan, ia mengemukakan bahwa survei internal the Fed justru memangkas proyeksi suku bunganya, sehingga menyebabkan harapan kenaikan suku bunga yang agresif tidak terealisasi.

Survei internal the Fed memangkas proyeksi kenaikan suku bunga dari 1,125 persen menjadi 0,625 persen.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia menambah topangan bagi mata uang rupiah untuk bergerak melanjutkan penguatan lebih tinggi terhadap dolar AS.

"Aksi BI itu seiring dengan kondisi nilai tukar rupiah yang jauh dari nilai fundamentalnya. Rupiah diperkirakan menikmati momentum penguatan menyusul sentimen yang beradar cukup positif," katanya.

Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan bahwa meski lambat laun the Fed nantinya akan menaikan suku bunganya, namun diperkirakan tidak akan berdampak signifikan menyusul adanya pemangkasan proyeksi besaran Fed fund rate.

"Proyeksinya, Fed fund rate masih di bawah satu persen, sehingga investasi di pasar negara berkembang masih cukup atraktif," katanya.

Menurut dia, sinyal the Fed itu dikarenakan pasar tenaga kerja AS yang belum sesuai harapan serta inflasi AS yang juga belum mencapai target yakni sebesar dua persen dalam jangka menengah. Dua faktor itu menjadi salah satu kunci the Fed untuk menaikan suku bunganya.[mr/tar]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...