29 January 2020

Rupiah Pagi Melemah 33 Poin ke 14.085/USD

KONFRONTASI -  Kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Rabu (9/5/2018), spot dibuka Melemah 33 Poin ke 14.085

Sementara itu, nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS, seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (8/5/2018).

Sepanjang hari ini, rupiah terus bergerak melemah.N ilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.004 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.036 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (8/5/2018).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.036 per dolar AS, terdepresiasi 80 poin atau 0,57% dari posisi Rp13.956 pada Senin (7/5/2018).

Sedangkan, Bank Indonesia mematok kurs tengah pada Selasa (8/5/2018) di angka Rp14.036 per dolar AS, terdepresiasi 80 poin atau 0,57% dari posisi Rp13.956 pada Senin (7/5/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp14.106 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.966 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Sementara itu, Bank Indonesia kemarin  mencatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir April 2018 sebesar US$124,9 miliar atau turun sebesar US$1,1 miliar dibandingkan posisi Maret 2018 US$126 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) menegaskan cadangan devisa tersebut masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2018.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ungkapnya dalam siaran pers, Selasa (8/5/2018).

Dia menambahkan BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Dari data BI, Agusman mengungkapkan penurunan cadangan devisa pada April 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Bagaimana posisi  rupiah atas dolar AS pada perdagangan selanjutnyai, simak pergerakannya secara live di Bisnis.com, di saat pasar dunia merespons sikap Presiden Donald Trump yang menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran dan terkereknya minyak mentah dunia.

09:17 WIB
Pukul 9.11 WIB: Spot Dibuka Melemah 33 Poin ke 14.085

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 0,23% atau 33 poin ke level Rp14.085 per dolar AS.

07:57 WIB
Pk. 07:50 WIB: Indeks Dolar Naik Tipis

Di saat dunia tengah mempelajari sikap Presiden AS Donald Trump yang akan menarik Amerika serikat dari kesepakatan nuklir Iran, idneks dolar AS pada perdagangan pagi ini hanya naik tipis.

Pada pk. 07:50 WIB, indeks dolar AS naik 0,01% ke 93,128.

Pada perdagangan Selasa atau kemarin, idneks dolar ditutup menguat 0,40% ke 93,120.

08:00 WIB
Pasar Respons Sikap Trump Soal Kesepakatan Nuklir Iran

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menarik diri dari perjanjian internasional 2015 yaitu Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang berisikan persetujuan bagi Iran untuk membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi. Trump juga menyatakan akan kembali menerapkan sanksi terhadap Iran.

“Masih ada sedikit ketidakpastian tentang masa depan kesepakatan tersebut, bahkan ketika AS telah menegaskan rencananya,” ujar Brian Daingerfield, macro strategist di NatWest Markets di Stamford, Connecticut, seperti dilansir dari Reuters.

Keputusan untuk keluar dari perjanjian dengan Iran kemungkinan akan meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah, mengecewakan aliansi Amerika di Eropa, serta mengganggu pasokan minyak global. Trump mengatakan bersedia merundingkan kesepakatan baru dengan Iran.

“Dia [Trump] tidak menutup pintu dan menghindarinya. Dia menginginkan kesepakatan baru. Peluang untuk mencoba lagi terbuka,” kata Brian Battle, director of trading di Performance Trust Capital Partners di Chicago.(KONF/BISNIS)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...