16 October 2019

Rupiah Nyaris Tembus Rp14.000/USD

KONFRONTASI - Kurs rupiah ditutup di level Rp13.910/dolar AS atau melemah 48 poin (0,34%). Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Selasa (12/1/2016) rupiah melemah 37 poin atau 0,27% ke Rp13.899/dolar AS. Namun pada pukul 08.51 WIB, rupiah berbalik menguat 20 poin ke Rp13.842/dolar AS. Bahkan pada pukul 10.12 WIB, rupiah menjadi satu-satunya mata uang di Asia Tenggara yang menguat.

Mata uang lainnya melemah, antara lain dolar Singapura (-0,26%), peso Filipina (-0,27%), ringgit Malaysia (-0,03%), baht Thailand (-0,18%). Saat itu, rupiah berada di level Rp13.858/dolar AS.

Gejolak di pasar saham memicu volatilitas di pasar valuta asing dan mendorong dolar AS semakin kuat. Ketidakpastian di pasar saham global akibat gejolak bursa saham Tiongkok mendorong aliran modal ke mata uang safe haven seperti dolar AS dan yen, yang pagi ini bergerak menguat 0,04% ke 117,71 per dolar AS.

Para pelaku pasar memindahkan modal mereka ke aset safe haven menghindari volatilitas mata uang lain. JP Morgan Global FX Volatility Index bertahan di level 10,43%, titik tertinggi sejak 30 September 2015.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan Dennis Lockhart, anggota dewan gubernur The Fed, menilai gejolak di pasar global tidak akan berpengaruh pada rencana kebijakan The Fed. “Ketika volatilitas muncul, saya rasa lebih baik melihat kondisi ekonomi di AS sesungguhnya daripada melihat keadaan di pasar dan bertanya apa ada yang saham secara fundamental,” katanya.

Lockhart mengatakan cenderung akan mengatakan tidak terhadap kenaikan Fed Fund Rate pada Januari dan mengungkapkan data ekonomi menunjukkan kuartal IV/2015 yang lemah.[ian/slo]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...