28 February 2020

Rupiah Menguat Jadi Rp11.990

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore (22/10), menguat 11 poin menjadi Rp11.990 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.001 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa indeks dolar AS kembali melemah terhadap rupiah meski dalam kisaran yang sempit menjelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat.

"Para investor mulai mengesampingkan potensi kenaikan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi oleh Federal Reserve akibat melambatnya perekonomian global," katanya.

Ia menambahkan bahwa data inflasi menjadi salah satu acuan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga AS, diperkirakan inflasi AS stagnan. Bank sentral AS menetapkan target inflasi tahunan 2 persen, dan saat ini masih 1,7 persen.

Sementara itu, Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa sentimen domestik kembali menopang indeks BEI berada dalam area positif. Sentimen dari dalam negeri terkait susunan kabinet yang kredibel menjadi sentimen positif bagi mata uang rupiah di pasar domestik.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan rupiah masih cenderung terbatas dikarenakan sebagian pelaku pasar uang juga cenderung mengambil posisi wait and see menanti hasil nyata dari susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Rabu (22/10) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.026 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp11.993 per dolar AS. (ant/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...