22 August 2019

Rupiah Melemah, Menteri Rini 'Wanti-wanti' Perusahaan Plat Merah

KONFRONTASI-Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp12.970 membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pun mewanti-wanti perusahaan plat merah yang banyak menunggak utang dalam bentuk dolar AS.

"Ini adalah salah satu yang saya khawatirkan ternyata BUMN banyak yang memiliki pinjaman dalam bentuk dolar. Jelas sangat sulit posisinya meningat dolar akan tetap menguat di dunia. BUMN punya pinjaman dolar, padahal pendapatannya bukan dolar. Ini yang saya khawatirkan. Ini sangat sulit posisinya," ujar Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, ditulis Selasa  (16/12).

Ia mencontohkan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan BUMN yang memiliki utang besar dan sebagian besarnya dalam bentuk dolar. Selain itu ada juga perusahaan maskapai penerbangan plat merah seperti Garuda Indonesia serta Perusahaan migas Pertamina.

"PLN termasuk BUMN yang memiliki utang besar dalam bentuk dolar. Utangnya sebesar Rp350 triliun, di mana 70 persennya berupa dolar," terangnya.

Untuk itu, ke depannya Rini akan memperketat perizinan utang berbentuk valuta asing bagi perusahaan plat merah yang pendapatannya mayoritas dalam bentuk rupiah ini.

"Kalau jual barang dalam dolar seperti batu bara boleh pinjam dolar karena dibayar dolar. Kalau  pemasukan rupiah, kita pinjam rupiah," pungkasnya.

Rini menambahkan, pihaknya juga akan mendorong penerapan sistem hedging atau asuransi kurs. Hedging kurs akan diberlakukan kepada perusahaan plat merah yang rentan terkena dampak pelemahan rupiah.

"Sekarang kan sudah diperbelohkan hedging," tandasnya.[mr/akt]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...