19 May 2019

Rupiah Masih Terjebak di Zona Degradasi

KONFRONTASI-Pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8/2015), nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya. Sentimen eksternal masih menjadi penekan posisi rupiah bersama mata uang lain di kawasan Asia.

Pada awal perdagangan di pasar spot pagi ini, rupiah sempat dibuka menguat ke posisi 13.820, dibandingkan penutupan kemarin pada 13.842,50. Namun data Bloomberg pukul 09.15 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah ke posisi Rp 13.845 per dollar AS.

Pada notulensi FOMC meeting, bank sentral AS, The Federal Reserve, semakin yakin bahwa suku bunga sudah seharusnya naik dalam waktu dekat tetapi masih ada ganjalan melihat angka inflasi yang rendah. Sesaat sebelumnya angka inflasi diumumkan naik tipis ke 0,2 persen YoY di Juli tetapi itu masih jauh dari target jangka panjang the Fed yang 2 persen YoY.

Riset Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan tidak ada peningkatan harapan kenaikan Fed rate hingga dini hari tadi melihat indeks dollar AS dan imbal hasil US Treaaaury 10 tahun yang justru turun. Harga minyak kembali turun menyusul peningkatan pasokan minyak AS.

Rupiah masih melemah hingga kemarin sore walaupun penguatan dollar AS sudah mereda di Asia. Imbal hasil SUN mulai turun pada beberapa tenor menunjukkan permintaan SUN yang mulai pulih setelah sempat terpuruk.

Penurunan indeks dollar AS dini hari tadi diperkirakan dapat membantu penguatan rupiah hari ini. Akan tetapi, penurunan tajam harga minyak bisa tetap mempertahankan sentimen pelemahan rupiah untuk negara eksportir komoditas seperti Indonesia.[mr/kcm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 12:15
Minggu, 19 May 2019 - 12:06
Minggu, 19 May 2019 - 11:59
Minggu, 19 May 2019 - 11:57
Minggu, 19 May 2019 - 10:59
Minggu, 19 May 2019 - 10:57
Minggu, 19 May 2019 - 09:59
Minggu, 19 May 2019 - 09:57
Minggu, 19 May 2019 - 08:59
Minggu, 19 May 2019 - 08:57
Minggu, 19 May 2019 - 07:59
Minggu, 19 May 2019 - 07:57