19 July 2019

Rupiah Anjlok Makin Parah, IHSG Sesi I Memerah di Level 6.232

KONFRONTASI -   Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan, Kamis (9/5/2019) anjlok semakin parah untuk meneruskan tren negatif dalam beberapa pekan terakhir. Rupiah yang terus terperosok mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga masih melemah. 

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I merosot tajam ke posisi Rp14.345/USD atau memburuk dari posisi penutupan sebelumnya Rp14.290/USD. Rupiah sendiri hingga siang ini bergerak pada kisaran level Rp14.290 hingga Rp14.350/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp14.351/USD untuk jadi sinyal keterpurukan dibandingkan kemarin pada posisi Rp14.295/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.306-Rp14.355/USD.Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada posisi Rp14.338/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya dari posisi kemarin di level Rp14.305/USD.

Dari data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga masih berkutat di zona merah untuk ambruk menuju level Rp14.351/USD dan terus terkapar. Sebelumnya rupiah juga loyo saat berhadapan dengan USD di level Rp14.315/USD.

Di sisi lain IHSG hingga perdagangan sesi I siang ini terpantau masih melemah di level 6.232,06 usai kehilangan minus 38,14 poin atau 0,61% untuk melanjutkan tren negatif sejak pagi, dimana IHSG dibuka menyusut 20,050 poin atau 0,320% menjadi 6.250,15. Pada sesi penutupan Rabu kemarin, IHSG juga terkapar usai jatuh 27,12 poin ke posisi 6.270,20. 

Sektor saham dalam negeri kebanyakan masih bergerak dalam jalur negatif ketika sektor industri dasar anjlok paling dalam mencapai 1,82% diikuti aneka industri dengan kejatuhan 1,59%. Sedangkan sektor consumer sendirian mencetak kenaikan yakni sebesar 0,86%. 

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,62 miliar dengan 8,23 miliar saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp682,05 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,89 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,21 triliun. Tercatat 145 saham naik, 272 turun dan 115 saham mendatar.

Beberapa sahan yang menguat di antaranya PT Meta Epsi Tbk. (MTPS), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI). Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Cita Mineral Investindo Tbk.(Jft/Sindo)

 
 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...