8 December 2019

Ramai-ramai Taipan Sillicon Valley Sisihkan US$4,5 Miliar, Untuk Apa?

KONFRONTASI -  Salah satu wilayah yang menjadi rumah perusahaan teknologi di Amerika Serikat, Silicon Valley, dikritik karena dianggap terlalu besar. Namun, ada satu cara untuk mengurangi ukurannya, yakni dengan ikut membangun perumahan.

Kondisi booming ekonomi di San Francisco membuat harga rumah di sana jauh dari murah. Meskipun sudah membuka 700.000 lapangan pekerjaan dalam 8 tahun terakhir, hanya 175.000 rumah yang bisa terbangun.

 

Rata-rata harga rumah di San Francisco saat ini sudah mencapai US$1 juta, dan berlipat ganda ketika masuk ke wilayah Cupertino, rumah dari perusahaan Apple. Berdasarkan situs broker real estat Redfin, jumlah tersebut setara dengan pengeluaran 30.000 orang di San Francisco.

Karena kondisi mahalnya harga rumah disebabkan oleh kehadiran perusahaan teknologi, mereka kini akhirnya ikut andil untuk memperbaiki kondisi tersebut. Di antaranya Facebook dan Alphabet milik Google, masing-masing berkomitmen menyumbang US$1 miliar. Kemudian Apple juga menjanjikan dana senilai US$2,5 miliar.

Namun, berdasarkan riset McKinsey Global Institute, dana yang diberikan para perusahaan taipan tersebut nyatanya masih jauh dari kebutuhan pemerintah sebesar US$1 triliun. Bahkan, di California saja kemungkinan masih perlu penyediaan rumah hingga sebanyak 3,5 juta unit hingga 2025.

Facebook dan Apple rencananya membantu penyediaan perumahan dikhususkan untuk para guru. Apple rencananya bekerja sama dengan pengembang swasta, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Facebook. Dana yang terkumpul dinilai dapat membantu meringankan biaya konstruksi yang menurut konsultan properti Turner and Townsend, rata-ratanya mencapai US$417 per kaki persegi.

 

Adapun, gabungan dari perusahaan-perusahaan teknologi tersebut juga bisa membantu dengan cara lain, di antaranya dengan mengurangi beban penyusunan regulasi ulang terkait penggunaan alat berat dan zonasi, yang bisa menyelamatkan pemilik lahan dan hunian yang sudah ada di California saat ini. Pasalnya, aturan yang ada sudah lawas dan tidak lagi relevan.

"Masalah perumahan ini bukan masalah yang bisa diselesaikan sendiri oleh negara. Oleh karena itu, kami meminta bantuan dari perusahaan teknologi ini," kata Gubernur California Gavin Newsom dikutip dari Reuters, Rabu (20/11/2019).

Dengan bekerja sama, tentunya para perusahaan teknologi tersebut harus berbagi kredit. Hal itu menjadi alasan mengapa rencana kerja sama tersebut belum berjalan sampai sekarang. Namun, Newsom menegaskan bahwa dengan membantu mengurangi masalah sosial, dalam hal ini penyediaan perumahan, harusnya bisa jadi penghargaan tersendiri bagi para perusahaan.(Jft/BisnisIndonesia)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...