22 September 2019

Prabowo Benar Lagi, Indonesia Impor Air 3.168 Ton

KONFRONTASI - Topik pembahasan impor air masih hangat diperbincangkan di tengah masyarakat saat ini. Hal tersebut terjadi lantaran calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyinggung masalah tersebut saat acara debat calon presiden hari Minggu lalu (17/2).

"Suatu negara dikatakan bisa berhasil kalau bisa memenuhi pangan untuk rakyatnya, energi untuk rakyatnya, dan air tanpa impor," ujar Prabowo di hadapan rakyat Indonesia 2 hari lalu.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Riset CNBC Indonesia, memang tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia setiap tahunnya mengimpor air dari luar negeri. Bahkan pada tahun 2017, jumlah impor air mencapai 3.168 ton (asumsi masa jenis air=1 kg/liter).
 


Sebenarnya, air jenis apa yang diimpor?

Berdasarkan rekaman data perdagangan luar negeri yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi yang berjudul Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Impor 2017 Jilid I, air yang dimaksud adalah semua air yang termasuk dalam golongan kode HS 4 digit 2201.

Jika berpedoman pada Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) yang dapat dilihat di situs resmi Bea Cukai, definisi golongan barang HS 2201 adalah sebagai berikut:

"Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju".



Bila dijabarkan lebih lanjut, setidaknya ada 4 macam golongan kode HS 6 digit yang masuk ke Indonesia sepanjang 2017. Air mineral merupakan jenis air yang paling banyak diimpor, dengan jumlah sebesar 2.765,86 ton sepanjang 2017 atau 87% dari total impor air.

Seperti yang sudah banyak diketahui, air mineral merupakan jenis air yang dicampur dengan beberapa mineral alam yang larut, seperti zinc, zat, besi, kalsium, dan magnesium.

Disusul dengan jenis air aerasi yang berada di posisi kedua dengan jumlah impor sebesar 243,01 ton di tahun 2017. Jenis air aerasi merupakan air yang telah ditambahkan udara seperti oksigen ke dalam kandungannya dengan proses tertentu.

Selain itu ada pula jenis es dan salju yang juga diimpor, meskipun jumlahnya relatif kecil, hanya sebesar 97,22 ton.

Disamping itu semua, ada pula yang dikategorikan selain es dan salju, dengan total impor mencapai 61 ton, dan menduduki peringkat terbawah di tahun 2017.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...