25 February 2020

Politikus Gerindra Pertanyakan Nasionalisme Pertamina Jika Diserahkan Asing

Konfrontasi - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Hekal mengaku tidak setuju jika berbagai proyek Pertamina diserahkan pada asing. Menurutnya, sebagai bagian dari BUMN, Pertamina mesti menyadari bahwa tugas utamanya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Kalau benar mereka berpihak pada asing, patut dipertanyakan nasionalisme mereka. BUMN pemegang sahamnya negara alias milik rakyat, jadi enggak masuk akal kalau dia mementingkan asing,” ujar Hekal, Sabtu (24/10/2015).

Jika mengedepankan asing, sambung Hekal, Pertamina secara tidak langsung mengkhianati negara dan rakyat Indonesia. Padahal, Pertamina merupakan perusahaan terbesar di Indonesia dengan produk dari hulu ke hilir.

“Kalau mementingkan asing, para eksekutifnya, yaitu direksi, komisaris atau kuasa pemegang saham mengkhianati pemegang sahamnya, yaitu negara dan rakyatnya. Apalagi BUMN punya misi menguasai bidang-bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Selain menghianati, langkah pertamina menggunakan jasa dan perusahaan asing untuk menjalankan proyek sama saja mengabaikan kemampuan yang dimiliki rakyat Indonesia.

“Kalau ada keterlibatan asing itu wajar, tapi harus diprioritaskan pada kegiatan yang mana Pertamina sendiri tidak mampu. Tapi masa iya, warga lokal tidak ada yang kompeten di bidang itu,” ujarnya. (jpnn/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...