17 November 2019

Pilarmas Investindo Sekuritas: IHSG Masih Berpeluang Sentuh 6.350-6.500 pada Akhir 2019

KONFRONTASI -   Pada sisa 2 bulan tahun ini, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG bisa tumbuh ke level 6.350-6.500 menjelang akhir tahun.

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan bahwa target tersebut telah dipangkas dari target yang dipasang pada awal tahun sebesar 6.950.

 

Menurutnya, tidak ada kesepakatan satu pun antara AS—China pada periode tahun berjalan ini membuat indeks kesulitan untuk menyentuh level yang lebih tinggi lagi.

“Tahun ini, untuk keempat kalinya IHSG setiap menyentuh 6.550 itu selalu gagal. Kami kini tidak lagi berharap ke 6.750, kami berharap indeks setidaknya pada akhir tahun bisa ditutup di kisaran 6.350—6.500,” kata Nico kepada Bisnis.com, Senin (4/11/2019).

 

Dirinya menjelaskan bahwa penandatanganan kesepakatan dagang tahap I antara AS—China akan menjadi pendorong utama kenaikan indeks.

Walaupun penandatanganan tersebut tidak jadi dilakukan di Chile, dua ekonomi terbesar di dunia tersebut sama-sama meyakinkan bahwa akan dicari tempat supaya kesepakatan yang telah dicapai dapat ditandatangani.

Apabila kesepakatan dagang tahap pertama yang mencakup 60% dari seluruh perjanjian ini dapat terlaksana dengan lancar, hal ini pun baka menjadi titik penting ke depannya. Tidak menutup kemungkinan berikutnya akan ada kesepakatan fase dua untuk menutupi sisa 40% dari isi seluruh perjanjian.

Dari Eropa, ketidakpastian Brexit dinilai Nico sudah diantisipasi oleh pasar. Kendati masih berlarut-larut, dampaknya dinilai sudah minim karena pelaku pasar sudah siap menerima segala hasilnya.

Sementara dari dalam negeri, Nico menyayangkan pertumbuhan inflasi dan PDB domestik yang rendah. Dirinya menjelaskan, inflasi yang terlalu rendah mencerminkan daya beli yang kurang. Dengan demikian, emiten pun terpaksa harus memangkas produksi yang kemudian bakal menggerus laba.

Untuk sisa 2 bulan ini, lanjut Nico, pergerakan transaksi broker akan bergantung dari sentimen yang ada baik dari global maupun domestik.

“Jadi kalau sentimen lokal bagus tapi sentimen globalnya turun, tetap saja biasa saja. Kalau sentimen global dan dalam negeri mendukung, hal ini akan mendorong indeks kita mengalami kenaikan,” jelas Nico.(Jft/Kabar24)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...